Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Band Radja Disekap dan Diancam Bunuh di Malaysia

Metro Daily • Rabu, 15 Maret 2023 | 11:30 WIB
Band Radja.
Band Radja.
JAKARTA, METRODAILY - Personel band Radja mengalami ancaman pembunuhan saat manggung di Johor Baru Malaysia, Sabtu (11/3/2023). Salah satu pelakunya adalah ajudan pejabat dari Negeri Jiran, diduga akibat adanya ketidakpuasan pada personel band Radja saat manggung dalam kesempatan tersebut.

Bukan hanya caci maki dan ancaman pembunuhan terhadap Ian Kasela dkk. Pelaku juga membentak anak dari personel band Radja secara membabi buta.

“Yang lebih kurang ajar itu, anak kita yang masih kecil dibentak oleh orang dewasa dengan kata-kata kasar. Terlalu over,” kata Ian Kasela kepada wartawan, Senin (13/3/2023).

Personel Band Radja sengaja membawa anak-anak mereka tujuan utamanya bukan untuk liburan. Anak dibawa agar mereka bisa melihat secara langsung pekerjaan orang tuanya untuk dapat memberikan contoh yang baik tentang etos kerja.

“Kita bawa anak biar memberikan pendidikan untuk melihat langsung gimana orang tuanya bekerja. Tapi yang terjadi justru di depan anak-anak kita, dia nunjuk dan ngatain kasar anak- anak kita. Yang tadinya kita mau banggain ke anak malah dipermalukan,” tuturnya.

Akibat kejadian tersebut, personel Band Radja mengalami trauma. Sepanjang berkarir di dunia hiburan tanah air, ini baru pertama kalinya mereka mendapat perlakuan biadab.

“Kita cedera mental, bukan cedera fisik. Kita nggak berdaya sama sekali,” paparnya.

Rasa trauma itu membekas sejak masih berada di Malaysia hingga sampai ke tanah air. Bertemu dengan orang dan diajak berfoto saja, personel Band Radja masih suka ketakutan. Mereka khawatir tiba-tiba mendapat perlakuan yang bisa mengancam keselamatan mereka.

“Di airport ada yang mau foto, gua juga masih agak takut. Sampai kebawa mimpi, trauma gua gila banget. Orang maki- maki kita, tunjuk- tunjuk kita dan di belakang kita segerombolan orang bertubuh gede-gede semua. Depan pintu juga dijaga bodyguard pas kita disekap,” paparnya.

Minta Perlindungan

Personel Band Radja mendatangi Bareskrim Polri, Senin (13/3/2023) untuk meminta perlindungan terhadap diri mereka dan juga keluarga. Meski kejadiannya di Negeri Jiran dan tidak ada keterkaitan secara langsung dengan wilayah hukum kepolisian di Indonesia karena sudah beda negara, personel Band Radja berharap diri mereka dan keluarga diberikan perlindungan setelah kasus ini mencuat ke publik dan menjadi bahan pemberitaan media di Malaysia dan Indonesia.

“Kami berharap di sini (Bareskrim) memberikan perlindungan terhadap kami, anak-anak dan istri kami. Kami khawatir pelaki berbuat lebih lagi nanti. Perilaku pelaku sadis banget, biadab,” kata Ian Kasela, vokalis Band Radja.

Ian Kasela Cs semakin khawatir lantaran 2 pelaku pengancaman terhadap mereka dilepaskan oleh kepolisian di Malaysia. Keduanya tidak ditahan setelah kabarnya membayar uang sebesar 10 ribu ringgit sebagai jaminan.

“Kami yang diancam jadi semakin takut donk. Orang yang kami laporkan berkeliaran di luar. Dia bisa suruh orang atau apa. Sangat mudah mencari personel Radja,” lanjut Ian Kasela.

Di Malaysia, Ian Kasela Cs dimasukkan ke sebuah ruangan dan pintunya dikunci. Pelaku membawa sejumlah bodyguard membuat personel Band Radja tak bisa berkutik. Mereka diintimidasi hingga diancam dibunuh.
Meski motif pasti dari kejadian ini belum diketahui, personel Band Radja menduga ada kekecewaan. Kendati demikian, mereka juga bingung mengingat Band Radja merasa sudah tampil dengan baik selama perform di Malaysia.

Kasus ini kemudian dilaporkan personel Band Radja ke kepolisian di Johor pada tanggal 12 Maret 2023. Mereka membuat laporan pagi hari di tanggal tersebut sebelum bersiap pulang ke Indonesia.

Sementara itu, Kementerian Komunikasi dan Digital Malaysia menunggu penyelidikan polisi terkait kasus ancaman pembunuhan terhadap band asal Indonesia, Radja. Terkait hal itu, Menteri Komunikasi dan Digital Fahmi Fadzil mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan komentar, terutama secara online, karena dapat dengan mudah disalahartikan oleh orang lain.

“Kami menyerahkan kepada polisi melanjutkan penyelidikan. Saya diberitahu bahwa beberapa orang telah ditangkap sehubungan dengan kasus tersebut, jadi kami akan menunggu informasi baru dari pihak berwenang,” kata Fahmi Fadzil seperti dilansir The Star.

“Saya pikir kita harus hati-hati saat berkomentar secara online, dan itulah mengapa literasi digital atau internet itu penting. Kadang-kadang, apa yang kita anggap lelucon bisa jadi berbeda dengan orang lain,” tambah Fahmi.

Sebelumnya, polisi telah menangkap dua orang laki-laki terkait penyelidikan atas ancaman pembunuhan terhadap band asal Indonesia, Radja. Kepala Polisi Johor Datuk Kamarul Zaman Mamat mengatakan para tersangka berusia 37 dan 48 tahun dan ditangkap di markas polisi distrik selatan Johor Baru pukul 15.30, Minggu (12/3).

Hal itu disampaikan Fami saat ditemui wartawan usai mengikuti acara penyerahan bantuan untuk korban banjir Tiram di Dewanraya Kampung Sungai Tiram, Senin (13/3). Fahmi diminta mengomentari laporan polisi yang dibuat oleh band Radja dan apakah itu akan mempengaruhi status Malaysia dalam menyambut artis asing ke negara itu.

“Malaysia selalu terbuka untuk bisnis, dan Korporasi Pengembangan Film Nasional Malaysia (Finas) telah membuat laporan yang mengharapkan investasi senilai RM 1,02 miliar dalam produksi film lokal tahun ini,” katanya.

Ditanya soal apakah kementerian akan mengambil tindakan terkait penyerangan terhadap aktor lokal Kamal Adli di Singapura, Minggu (12/3), Fahmi mengatakan masih menunggu laporan lengkap atas kejadian tersebut dan akan memberikan pernyataan terkait kasus tersebut.

“Keselamatan artis adalah masalah serius, tapi kami harus menunggu laporannya,” kata Fahmi.

Sebelumnya band Radja mengalami kejadian tak mengenakkan usai manggung di Johor Baru, Malaysia, pada Sabtu (11/3). Pasalnya, mereka disekap di sebuah ruangan, dibentak, hingga diancam akan dibunuh oleh orang diduga merupakan ajudan dari pejabat Negeri Jiran dan ajudan tersebut didampingi sejumlah bodyguard.

Orang yang disekap ternyata bukan hanya personel Band Radja, melainkan keluarga yang juga ikut dalam rombongan.

Ian Kasela Cs tidak habis pikir kenapa kejadian itu bisa terjadi. Sementara mereka merasa tidak memiliki musuh di Malaysia dan menjalani tugasnya dengan baik saat perform di panggung. “Disekap dalam kamar kurang lebih ada 20 orang. Mereka marah dengan nada tinggi, dibentak, badan gua didorong padahal gua mau meredam,” kata Ian Kasela, vokalis Band Radja kepada wartawan, Senin (13/3).

Sebelum kejadian penyekapan terjadi, personel Band Radja diminta untuk masuk ke sebuah ruangan di belakang panggung usai perform. Mereka diminta ke sana karena dikabari akan ada pejabat yang mau datang.

Personel Band Radja menuruti saja arahan tersebut. Setengah jam tak kunjung ada pejabat yang datang, mereka pun bertanya. Sejak saat itu lah Ian Kasela Cs kemudian mendapat perlakuan tak menyenangkan. Mereka dibentak bahkan mendapatkan ancaman pembunuhan.
Sayangnya komunikasi tidak berjalan dua arah. Personel Radja tidak diberikan kesempatan untuk berbicara sama sekali. Mereka diminta untuk diam.
“You mati, you orang Indonesia nggak boleh macam-macam di sini. You diam. Kalau gua dengar lu masih di sekitar Malaysia you mati,” imbuhnya menirukan perkataan pihak pengancam.

Menurut personel Radja, di dalam ruangan itu kondisinya cukup mengkhawatirkan keselamatan. Barang-barang dibanting termasuk meja hingga botol.
“Di dalam ruangan itu 30 menit dia banting meja dan botol. Habis minum langsung pergi saja. Ancaman dia adalah pulang nggak usah difasilitasi mobil, pesawat di-cancel dan mati di sini. Gua bingung kenapa artisnya yang diserang. Kita bingung mau ngomong aja dibentak,” tuturnya.

Personel band Radja menduga ada kekecewaan sehingga kejadian itu terjadi. Kendati demikian, Ian Kasela dkk tak mengerti betul kekecewaan yang terjadi, mengingat mereka sudah perform dengan baik dan merasa tidak ada hal yang fatal selama manggung.

Personel band Radja mengatakan, kalau pun benar ada kekecewaan, seharusnya melalui pihak penyelenggara acara. Bukan langsung melabrak artisnya dengan cara-cara tidak sepantasnya. (jp) Editor : Metro Daily
#diancam bunuh di malaysia #Band Raja