BANTEN, METRODAILY - Dewan Pimpinan Cabang Pemangku Adat dan Cendekiawan Simalungun (DPC-PACS) Banten menggelar Seminar Adat Simalungun tahap II dan Tutorial Manortor.
Kegiatan digelar selama tiga hari, Jumat hingga Minggu (2-4/10/2026) di Hotel Beth Kasegaran Theresia, Megamendung, Bogor.
Ketua DPP-PACS Dr.Sarmedi Purba SPOG kepada sekitar 70 peserta mengatakan, adat bukan sekadar rangkaian upacara. Adat adalah pengetahuan kolektif yang mengatur bagaimana manusia menempatkan dirinya terhadap Tuhan, sesama manusia, keluarga, lingkungan, masyarakat, dan leluhurnya.
Di dalam adat terdapat nilai tanggung jawab, penghormatan, kepatutan, keseimbangan, solidaritas, serta tata hubungan sosial yang membentuk karakter sebuah komunitas.
Baca Juga: PACS Gelar Syukuran Tahun Baru 2025, 6 Profesor Berkumpul
Adat dan hukum beserta aturan-aturannya telah menjadi salah satu fondasi yang membingkai harmoni kehidupan masyarakat Indonesia dalam keberagaman, pluralisme dan kebhinekaan Indonesia tidak akan menjadi kekuatan, apabila setiap kebudayaan justru kehilangan akar identitasnya.
Dijelaskan Sarmedi, budaya dan adat Simalungun sebagai warisan leluhur merupakan bagian dari kekayaan budaya bangsa Indonesia, yang wajib dipelihara, dilestarikan, dikembangkan, dikaji, dan diwariskan kepada generasi berikutnya agar tidak berhenti sebagai kenangan masa lalu, tetapi tetap menjadi sumber pengetahuan dan identitas bagi generasi masa kini dan masa depan.
"Pelestarian budaya akan semakin kuat apabila dilakukan melalui dialog dan kerja sama, bukan melalui eksklusivitas. Sebab kebudayaan yang hidup adalah kebudayaan yang dipahami oleh generasinya, dihormati lingkungannya, dan mampu berdialog dengan perkembangan zaman, "pungkas Dr.Sarmedi Purba.
Baca Juga: Bane Raja Manalu Dilaporkan DPP-PACS ke Mahkamah Kehormatan DPR-RI, Ini Penyebabnya
Sementata Ketua DPC PACS Banten, Drs. Maruli Girsang didampingi Sekretaris Nomerinson Purba, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril maupun materil, khususnya para tokoh Simalungun, donatur, anggota DPC PACS Banten, seluruh panitia, serta manajemen dan kru Hotel Beth Kasegaran Theresia.
Ketua Panitia, Agendi Sinaga sebelumnya menyampaikan harapan agar kegiatan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga dan melestarikan Budaya Simalungun sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional serta mendukung penghormatan terhadap kearifan lokal dan program pemerintah, khususnya di Provinsi Banten.
"Kita menyadari bahwa pelestarian adat bukan pekerjaan satu generasi dan bukan pula tanggung jawab satu lembaga merupakan tanggung jawab moral setiap generasi yang menerima warisan tersebut. Setiap generasi sesungguhnya hanya meminjam kebudayaan dari leluhurnya untuk diwariskan kepada generasi setelahnya, " kata Agendi Sinaga.
Turut hadir dan menyampaikan masukan dalam seminar ini; mantan Menteri Pertanian RI Kabinet Gotong Royong dan Kabinet Indonesia Bersatu Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, yang juga merupakan Penasehat Presidium DPP PACS, Prof. Dr. Bintan R. Saragih, Drs. Marim Purba (Walikota Pematangsiantar periode 2000–2005) serta para penasehat DPC PACS Banten Ir. Jhankandi Saragih,, Dr. Friens Sinaga, dan Djapaten Purba.
Baca Juga: Sarmedi Purba Minta Pemko Evaluasi Menyeluruh NJOP di Kota Siantar
Hadir juga Rohdian Purba Bidang Adat Budaya DPP PACS; Ketua PACS DKI Jakarta Jacob Saragih, Ketua PACS Bogor Dewiljon Sipayung, serta Ketua PACS Bandung Marintan Purba.(rel/esa)
.