SAMOSIR, METRODAILY – Perjalanan menyeberangi Danau Toba tak melulu soal pemandangan. Penumpang kapal rute Ajibata–Ambarita atau sebaliknya juga bisa menikmati pertunjukan tari tradisional Tor-Tor dan tari kreasi nusantara di tengah danau.
Pertunjukan dibawakan penari lokal atau kelompok seni, termasuk kelompok binaan Rumah Seni Dolok Sipiak. Para penari tampil di atas kapal untuk menghibur penumpang selama perjalanan menuju Pulau Samosir.
Suguhan tersebut diberikan secara gratis. Namun setelah tampil, para penari biasanya berkeliling membawa wadah atau kotak untuk menerima sumbangan sukarela dari penumpang sebagai bentuk apresiasi.
Baca Juga: Mengenang Letda Sujono, Gugur dalam Konflik Lahan Perkebunan Bandar Betsy
Atraksi budaya itu menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan yang menyeberangi Danau Toba. Hamparan air dan langit terbuka menjadi panggung alami bagi para penari, sementara Pulau Samosir terlihat dari kejauhan.
Danau Toba dan Samosir bukan hanya menawarkan panorama, tetapi juga kehidupan budaya Batak yang masih tumbuh di tengah masyarakat.
Akses menuju kawasan tersebut salah satunya ditopang lintasan penyeberangan Ajibata–Ambarita yang menghubungkan daratan Sumatera dengan Pulau Samosir.
Lintasan ini dikelola PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), BUMN yang bergerak di bidang jasa penyeberangan dan pengelolaan pelabuhan terintegrasi.
Baca Juga: Rumah Kosong Dibobol Lewat Jendela, Barang Rp26 Juta Dijarah
Bagi wisatawan, pertunjukan tari di atas kapal menambah warna perjalanan melintasi Danau Toba. Perjalanan yang biasanya hanya menjadi aktivitas berpindah tempat berubah menjadi pengalaman menikmati alam sekaligus kesenian lokal.
Suguhan tari tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana perjalanan menuju destinasi wisata dapat dipadukan dengan atraksi budaya yang melibatkan seniman lokal. (net)
Editor : Editor Satu