LABURA, METRODAILY – Tradisi budaya tahunan Hari Gembira Aidil Fitri (HAGAF) di Kelurahan Guntingsaga, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara, kembali digelar meriah. Tahun ini, ada warna baru: seni Bordah resmi dipertandingkan untuk pertama kalinya.
Event yang telah berlangsung sejak 1959 ini kini memasuki tahun ke-67 dan tetap menjadi ruang ekspresi budaya masyarakat Melayu di wilayah tersebut.
Salah satu dewan juri, M Yamin Simatupang, menyebut kehadiran lomba Bordah menjadi langkah penting dalam pelestarian budaya lokal.
“Menurut panitia, ini kali pertama seni Bordah dipertandingkan dalam HAGAF,” ujarnya, Rabu (26/3/2026).
Baca Juga: Samosir Diserbu Wisatawan, Polisi Terapkan One Way Total di Titik Rawan Macet
Pada pelaksanaan perdana ini, jumlah peserta masih terbatas. Kontingen yang ikut berasal dari tiga kecamatan, yakni:
- Kualuh Selatan
- Kualuh Leidong
- Kualuh Hilir
Meski demikian, antusiasme masyarakat dinilai cukup tinggi, terutama dalam menyaksikan pertunjukan yang sarat nilai tradisi Melayu tersebut.
Total Hadiah Rp15 Juta
Untuk memacu partisipasi, panitia menyiapkan total hadiah sebesar Rp15 juta yang didukung oleh salah satu universitas di Sumatera Utara.
Baca Juga: Target Naik 10 Kali Lipat, Menteri Maruarar Sidak BSPS di Toba: Tak Boleh Ada Penyimpangan
Langkah ini diharapkan mampu menarik lebih banyak peserta di tahun-tahun mendatang sekaligus menghidupkan kembali seni Bordah di tengah masyarakat.
Masuknya Bordah ke dalam HAGAF dinilai sebagai upaya konkret menjaga warisan budaya lokal agar tidak tergerus zaman.
Dengan keberlanjutan event yang sudah berlangsung lebih dari enam dekade, masyarakat berharap HAGAF tetap menjadi panggung utama bagi seni dan tradisi Melayu di Labuhanbatu Utara. (net)