Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Opera Batak Dalihan Natolu Bikin Ribuan Warga Kampar Nostalgia Budaya Batak

Editor Satu • Rabu, 23 Juli 2025 | 15:05 WIB

Pertunjukan Opera Batak “Dalihan Natolu” yang digelar Sanggar Seni Budaya Sianjur Mulamula di Kabupaten Kampar, Riau.
Pertunjukan Opera Batak “Dalihan Natolu” yang digelar Sanggar Seni Budaya Sianjur Mulamula di Kabupaten Kampar, Riau.

KAMPAR, METRODAILY – Pertunjukan Opera Batak “Dalihan Natolu” yang digelar Sanggar Seni Budaya Sianjur Mulamula sukses mengguncang hati warga Kabupaten Kampar, Riau.

Digelar di Jl. Lintas Simpang Gelombang – Kota Batak KM 31, Desa Indrasakti, Tapung, atraksi budaya ini disambut meriah dan membekas di hati penonton dari berbagai kalangan.

Didatangkan langsung dari Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, aksi para seniman ini sukses menjawab kerinduan warga terhadap seni tradisional Batak yang mulai jarang tampil di luar Sumut.

Anak muda, orang tua, hingga penonton lintas generasi tampak terpukau menyaksikan alur cerita dan aksi panggung para pemain.

Baca Juga: Komplotan Pencuri Besi di Medan Diringkus, 12 Pelaku Ditangkap, 10 Positif Narkoba

“Saya baru pertama kali menyaksikan langsung Opera Batak seumur hidup saya tinggal di Kampar sejak 1986. Luar biasa! Kerinduan saya seolah terbayar,” ujar Januari Simbolon, penanggung jawab kegiatan, kepada wartawan, Selasa (22/7/2025).

Pertunjukan yang digelar dari pukul 16.00 hingga 23.00 WIB ini disebut berhasil membangkitkan semangat cinta budaya.

Meski sempat kewalahan menghadapi jumlah penonton yang membludak, Januari tetap bersyukur dan menyampaikan permohonan maaf atas kekurangan teknis, seperti konsumsi dan keterbatasan undangan.

Baca Juga: Bahas Isu Panas Penegakan Hukum, DPP ADNI Temui Senator Dedi Iskandar Batubara

“Saya mohon maaf karena ada kekurangan makanan ringan dan minuman. Jumlah penonton melebihi ekspektasi. Bahkan banyak juga yang protes karena tidak diundang,” ujarnya.

Acara ini didukung oleh TJ Group, RAM ASS, dan Amora Logistik, serta diiringi musik dari Silau Raja Musik dan tim, juga dokumentasi dari Pesona Studio.

Salah satu penonton dari kalangan generasi muda, Desi Siringoringo, mengaku sangat terkesan dengan pertunjukan tersebut. Awalnya ia tak mengerti apa itu Opera Batak, namun setelah hadir, Desi mengaku mendapatkan pengalaman budaya yang tak terlupakan.

Baca Juga: SMPN 1 Kabanjahe Dapat Hadiah Drum Band, Kasek: Pemicu Semangat Baru Siswa

“Saya sempat tanya ke ibu, apakah perlu saya nonton? Ibu saya bilang: itu penting, agar kamu lebih mengenal budaya Batak. Ternyata benar. Saya sangat tersentuh,” kata Desi.

Antusiasme luar biasa ini menunjukkan betapa kuatnya daya tarik budaya lokal jika dikemas dengan tepat dan dibawa mendekat ke masyarakat. Opera Batak tak hanya pertunjukan, tetapi juga pengingat akan akar budaya yang patut dijaga dan dibanggakan. (rel/sya)

Editor : Editor Satu
#opera batak #kampar #dalihan natolu