Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dokter Temukan Susuk di Tubuh Pasien: Praktik Klenik yang Masih Lestari

Editor Satu • Jumat, 27 Desember 2024 | 09:19 WIB
Foto susuk di area gigi
Foto susuk di area gigi

METRODAILY - Dalam sebuah operasi rutin di salah satu rumah sakit di Jakarta, tim medis menemukan benda asing yang diduga sebagai susuk di tubuh seorang pasien. Penemuan ini memunculkan diskusi di kalangan medis tentang praktik spiritual yang masih dilakukan masyarakat.

Dr. Rendra Pratama, seorang dokter bedah umum, menyatakan, "Kami menemukan benda seperti logam kecil di bagian jaringan lunak pasien. Awalnya kami kira itu hanya pecahan logam biasa, tetapi setelah ditelusuri, pasien mengakui bahwa itu adalah susuk yang dipasang bertahun-tahun lalu."

Dr. Razif, seorang dokter di Malaysia, menceritakan pengalamannya saat menangani pasien dengan keluhan nyeri dada. "Dari hasil pemeriksaan, saya terkejut karena melihat dengan jelas jarum susuk di CT scan dan X-ray bagian dada pasien," ujarnya.

Pasien tersebut akhirnya mengakui bahwa benda tersebut adalah susuk yang dipasang untuk tujuan kecantikan.

Di Indonesia, seorang dokter gigi syok menemukan dua jarum besar di rahang pasiennya. "Saya bertanya ke senior untuk minta penjelasan. Dia bilang benda itu adalah susuk, saya langsung syok dan ngeri saat itu," tulis sang dokter dalam laporannya.

Akun X Aldhitama Ramadhan menulis:
Waktu Iship pernah dapet KLL, ada laserasi kecil di dagu. Pas pasien di rontgen ada susuknya.
Gue kepo. Tanyak tanyakan.
bBu pake susuk ya? Buat apa?"
"Iya mas, buat penampilan menarik"
Gue dalam hati, sambil liatin ibunya: "Keknya ga ngaruh dah".

Status itu mendapat 1,8 juta tayangan da,n disukai 29 ribu orang.

Menurut Dr. Siti Aulia, seorang spesialis bedah plastik, keberadaan susuk sering kali ditemukan secara tidak sengaja. "Susuk tidak terlihat di permukaan tubuh, tetapi saat melakukan pemindaian atau operasi, benda tersebut kerap terlihat. Dampaknya pada kesehatan tergantung pada bahan susuk dan respons tubuh terhadap benda asing tersebut," ujarnya.

Menurut Dr. Listya Paramita Sp.KK, seorang spesialis kulit dan kelamin di Yogyakarta, dari sudut pandang medis, injeksi logam mulia ke tubuh manusia tidak ada gunanya. "Mungkin [logam] mengubah respons orang, tapi kan tidak mengubah struktur kulit atau bentuk muka sama sekali," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa jika ingin melakukan injeksi, harus dengan jumlah tertentu dan dalam bentuk yang bisa diserap tubuh. "Nah kalau jarum, gimana tubuh bisa nyerap? Enggak make sense," lanjutnya.

Penemuan susuk juga menjadi perhatian para psikolog medis. Dr. Andri Wibowo menjelaskan bahwa fenomena ini mencerminkan keyakinan budaya yang masih kuat. "Pasien percaya bahwa susuk dapat membawa keberuntungan atau meningkatkan daya tarik. Namun, dari sisi medis, benda asing dalam tubuh selalu berpotensi menimbulkan komplikasi."

Para dokter mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan mempertimbangkan risiko kesehatan sebelum memasang susuk. "Kami sering menghadapi kasus di mana benda asing ini menyebabkan infeksi, reaksi alergi, atau bahkan gangguan pada organ tubuh," tambah Dr. Listya.

Penemuan susuk di tubuh pasien mengingatkan pentingnya edukasi kesehatan dan pemahaman budaya secara holistik. Hingga kini, praktik ini masih menjadi tantangan bagi dunia medis dalam menjembatani aspek kepercayaan dengan ilmu pengetahuan. (Bbs/net)

Editor : Editor Satu
#Susuk di gigi