Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

'Tambar Ni Hulit’ Simalungun Didorong jadi Warisan Dunia

Editor Satu • Rabu, 2 Oktober 2024 | 10:05 WIB
Tambar Ni Hulit merupakan pustaka yang umumnya berisi ramuan-ramuan pengobatan dan nujum. Tambar Ni Hulit ditulis dari kulit kayu dan berbentuk seperti akordion.
Tambar Ni Hulit merupakan pustaka yang umumnya berisi ramuan-ramuan pengobatan dan nujum. Tambar Ni Hulit ditulis dari kulit kayu dan berbentuk seperti akordion.

MEDAN, METRODAILY - Setelah mendapat sertifikat Ingatan Kolektif Nasional (IKON), naskah kuno Tambar Ni Hulit milik masyarakat Simalungun, didorong menjadi warisan budaya dunia. Tambar Ni Hulit dianggap memiliki sejumlah keistimewaan, baik isi maupun bentuk fisiknya.

Tambar Ni Hulit merupakan pustaka yang umumnya berisi ramuan-ramuan pengobatan dan nujum. Tambar Ni Hulit ditulis dari kulit kayu dan berbentuk seperti akordion.

Hal itu diungkap dalam Seminar Nasional Pengarusutamaan Naskah Nusantara sebagai Ingatan Kolektif Nasional (IKON) yang digelar Perpustakaan Nasional di Emerald Garden Hotel Medan, belum lama ini.

Deputi Badan Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Mariana Ginting mengatakan, Tambar Ni Hulit telah masuk dalam IKON dari Sumatera Utara (Sumut) dan telah mendapat sertifikat dari pemerintah pusat.

"Setelah mendapat sertifikat IKON dari pemerintah pusat, saatnya Tambar Ni Hulit, maupun naskah-naskah kuno lainnya yang ada di Sumut didorong menjadi memory of word sebagai warisan dunia," kata Mariana.

Mariana menjelaskan, Sumut memiliki banyak sekali naskah kuno, namun belum terdokumentasi. Diperlukan upaya penggalian yang diikuti pendataan agar bisa diusulkan dan diregistrasi ke IKON nasional.

Hal lain, sebut Mariana, diperlukan pengalibahasaan dan pengalihmediaan naskah kuno, khususnya ke dalam bentuk digital. Tranformasi itu, sebut Mariana, sangat penting sebagai tuntutan zaman sekarang.

Staf Museum Negeri Sumut Mahemat Br Karosekali mengatakan, dipilihnya Tambar Ni Hulit menjadi IKON dari Sumut karena keunikannya. Selain isinya, juga bentuknya. Dari isinya, Tambar Ni Hulit berisi ramuan-ramuan pengobatan, panduan pertanian, nujum, astrologi, dan sebagainya.

"Kalau dibentangkan, panjangnya kurang lebih mencapai enam meter," kata Mahemat.

Dikatakan Mahemat, di Museum Negeri Sumatera Utara kurang lebih ada 260-an naskah kuno. Dari jumlah itu, belum semuanya berhasil diterjemahkan atau dialihbahasakan. Namun, kata Mahemat, Tambar Ni Hulit, sudah diterjemahkan sehingga langsung diusulkan di IKON dari Sumut.

Narasumber lain, Dewan Pakar IKON Manguji Nababan mengatakan, sampai sekarang masih banyak naskah kuno yang belum berhasil dipelajari secara maksimal. Hal itu, salah satunya keengganan pemiliknya untuk mengungkapnya ke publik.

"Naskah kuno ini memang unik. Karena memang isinya rata-rata ramuan terkait nujum, sehingga pemiliknya cenderung merahasiakan karena menganggapnya sebagai pusaka keluarga," kata Manguji.

Terkait Tambar Ni Hulit yang telah disertifikasi itu, jelas Manguji, diperoleh dari masyarakat pemiliknya dengan sistem ganti rugi.

Batakolog ini memaparkan, secara umum, naskah kuno terutama di Batak, memiliki banyak pengetahuan. Meski sebagian besar berisi ilmu nujum, di dalamnya juga dapat ditemukan ilmu astrologi, pengobatan medis, peracikan mesiu, pembuatan racun serta tawar, dan sebagainya.

"Naskah kuno Batak memang sejauh ini masih hanya dianggap sebagai benda pusaka, bukan sebagai benda pustaka. Persepsi ini tidak seratus persen benar. Memang naskah kuno itu benda pusaka, karena memang biasanya dimiliki keluarga secara pribadi, tapi naskah kuno juga adalah benda pustaka yang penting dipelajari," kata Manguji.

Selain Manguji, narasumber lain dalam seminar ini adalah Dr Ahmad Masyukri (Dewan Pakar IKON). Dosen Universitas Sumatera Utara Dr Nursukma Suri MAg, Tim Ahli Cagar Budaya Tengku Mira Sinar MA, dan Mahemat Br Karosekali dari Museum Negeri Sumatera Utara. (mbc)

Editor : Editor Satu
#Tambar Ni Hulit Simalungun