Perindo: Wacana Pemakzulan Bupati Tapteng Tak Tepat di Tengah Bencana

Editor Satu • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 11:14 WIB
Amos Simanjuntak. Ketua Bidang Media, Digital dan Komunikasi Publik DPP Partai Perindo meminta dinamika politik Tapteng diselesaikan melalui musyawarah di tengah situasi bencana.
Amos Simanjuntak. Ketua Bidang Media, Digital dan Komunikasi Publik DPP Partai Perindo meminta dinamika politik Tapteng diselesaikan melalui musyawarah di tengah situasi bencana.

JAKARTA, METRODAILY — Ketua Bidang Media, Digital dan Komunikasi Publik DPP Partai Perindo Amos Simanjuntak menilai wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu tidak tepat dibicarakan di tengah situasi kebencanaan yang masih dihadapi masyarakat.

Amos meminta pemerintah daerah dan DPRD Tapteng mengedepankan musyawarah serta mencari titik temu atas persoalan pemerintahan yang berkembang. Menurut dia, energi pemerintah dan legislatif semestinya lebih diarahkan pada penanganan bencana dan pemulihan kehidupan masyarakat.

“Di tengah berbagai bencana, mulai dari kebakaran hutan dan lahan, gempa bumi, hingga erupsi gunung yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara, energi pemerintah dan legislatif dinilai lebih dibutuhkan untuk memastikan keselamatan serta pemulihan kehidupan masyarakat,” tutur Amos, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Kapolsek Siantar Timur Jadi Pembina Upacara di SMPN 1, Begini Pesannya

Politisi berusia 33 tahun yang merupakan lulusan SMP Negeri 2 Sibolga dan pernah menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Sibolga itu mengatakan, dinamika politik di Tapteng tetap perlu diselesaikan melalui mekanisme yang konstitusional dan dialog.

“Menurut saya, dalam kondisi seperti sekarang, para anggota legislatif di kampung halaman saya perlu mengutamakan musyawarah untuk mufakat. Kita semua tentu memahami bahwa ada dinamika dan persoalan yang perlu diselesaikan, tetapi jangan sampai perbedaan tersebut justru membuat perhatian kita bergeser dari kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Jangan Politisisasi Bencana

Amos berharap bencana yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah tidak dipolitisasi. Ia meminta seluruh pihak menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan politik.

Baca Juga: Pintu Pagar Besi Rumah Warga di Sumber Jaya Raib

“Wacana pemakzulan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu di tengah situasi kebencanaan terasa kurang tepat. Saat ini saatnya hati dan empati yang bicara. Masyarakat sedang membutuhkan kehadiran pemerintah, bukan pertentangan yang semakin melebar,” katanya.

Di sisi lain, Amos meminta Masinton tetap memusatkan perhatian pada penanganan dampak bencana, termasuk mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Menurut dia, pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memastikan kebutuhan dasar dan infrastruktur terpenuhi. Keberlangsungan usaha masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), juga perlu menjadi perhatian.

Baca Juga: 406 KK di Bah Sorma Terima Bantuan Beras 30 Kilogram

“Pemerintah daerah perlu memastikan masyarakat bisa kembali menjalankan kehidupannya secara normal. Salah satunya dengan mempercepat pemulihan ekonomi dan memberdayakan UMKM. Ketika usaha masyarakat kembali berjalan, pendapatan kembali tumbuh dan aktivitas ekonomi mulai pulih, itu juga bagian dari proses pemulihan pascabencana,” ujar Amos.

Dorong Pemerintah dan DPRD Bersinergi

Amos menegaskan, setiap persoalan pemerintahan harus diselesaikan melalui mekanisme konstitusional dan dialog yang sehat. Ia berharap pemerintah daerah dan DPRD Tapteng dapat mengesampingkan perbedaan politik untuk sementara dan berfokus menghadapi situasi yang sedang dialami masyarakat.

Menurut dia, kerja bersama dibutuhkan agar masyarakat Sibolga dan Tapanuli Tengah dapat melewati masa sulit, memulihkan aktivitas ekonomi, serta membangun kembali kehidupan setelah bencana.

Baca Juga: Pengacara Sarwendah Sebut Ruben Onsu Salah Besar Tahan Nafkah Anak

“Saya berdoa agar Bang Inton bisa menghadapi situasi ini dan roda ekonomi masyarakat Tapanuli Tengah bisa sepenuhnya berputar,” pungkas Amos. (rel)

Editor : Editor Satu
wacana pemakzulan perindo Bupati Tapteng Masinton Pasaribu