TAPTENG, METRODAILY – Dua partai besar pendukung pemerintahan, Gerindra dan NasDem, kompak akan membedah Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (R-APBD) Tahun Anggaran 2026 yang diajukan oleh Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Masinton Pasaribu ke DPRD Tapteng.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan arah kebijakan daerah benar-benar selaras dengan visi “Arah Cita” Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, serta tidak menyimpang dari instruksi penghematan nasional.
Ketua DPD Partai NasDem Tapteng, Rahmansyah Sibarani, menegaskan, pembahasan mendalam terhadap R-APBD menjadi keharusan agar setiap program dan alokasi anggaran daerah berpihak pada masyarakat dan sesuai kebijakan pusat.
Baca Juga: Polres Madina Donor Darah dalam HUT Humas Polri
“Kami tegaskan, kita mau memastikan APBD yang akan disahkan nantinya atau produk akhir dari APBD tersebut selaras dengan Arah Cita Presiden Prabowo Subianto, dan juga sinkron dengan program RPJMD Provinsi dan Kabupaten Tapanuli Tengah,” ujar Rahmansyah dalam keterangan pers bersama sejumlah pimpinan partai di Tapteng, Jumat (24/10/2025).
Dalam pertemuan itu, Rahmansyah didampingi Ketua DPC Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang, Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani (Fraksi NasDem), dan Ketua Fraksi Gerindra DPRD Tapteng Deni Herman Hulu.
Sepakat Tekan Belanja Tak Produktif
Lebih lanjut, Rahmansyah menyoroti pentingnya menyesuaikan setiap rencana belanja dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Negara, yang menuntut pejabat di pusat dan daerah untuk melakukan penghematan anggaran.
Baca Juga: Desakan Copot Kalapas Gunungsitoli Menguat, Senior GMKI Nilai Evaluasi Tak Cukup
“Belanja yang tidak produktif seperti perjalanan dinas, kegiatan seremonial, hingga studi banding harus diminimalkan. Anggaran yang dihemat harus dialihkan untuk program prioritas yang berdampak langsung ke masyarakat,” tegas Rahmansyah.
Instruksi tersebut, menurutnya, merupakan langkah strategis pemerintah pusat untuk memperkuat efektivitas fiskal dan mengarahkan anggaran publik pada sektor yang benar-benar mendukung pembangunan ekonomi rakyat dan pemerataan kesejahteraan.
Senada, Ketua DPC Partai Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang menyampaikan bahwa partainya juga berkomitmen memastikan produk akhir APBD 2026 bukan sekadar dokumen anggaran, tetapi benar-benar mencerminkan kebutuhan rakyat di lapangan.
Baca Juga: Diberhentikan, Ratusan Tenaga Kesehatan Geruduk Kantor Bupati Tapteng
“Kita ingin APBD 2026 Kabupaten Tapanuli Tengah berisi program-program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. APBD bukan hanya angka, tapi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat,” tegas Hazmi.
Pernyataan Hazmi itu diamini oleh Ketua DPRD Tapteng Ahmad Rivai Sibarani, yang menegaskan DPRD akan menjalankan fungsi pengawasan secara ketat terhadap seluruh tahapan pembahasan APBD, mulai dari pengajuan hingga pengesahan.
“Sinergi eksekutif dan legislatif sangat penting agar setiap rupiah dari APBD digunakan secara tepat sasaran dan transparan,” ujarnya.
Baca Juga: TKD Dipangkas, APBD Tapteng 2026 Anjlok Rp176 Miliar, Ini Dampaknya
Baik Gerindra maupun NasDem menilai, kebijakan Bupati Masinton Pasaribu dalam penyusunan R-APBD 2026 harus memperhatikan arah pembangunan nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam hal pemberdayaan ekonomi masyarakat daerah, peningkatan kualitas layanan publik, serta penguatan infrastruktur dasar.
Rahmansyah menyebut, NasDem bersama Gerindra akan terus mengawal setiap proses pembahasan agar hasil akhir tidak melenceng dari semangat reformasi anggaran yang dicanangkan pemerintah pusat.
“R-APBD ini akan kami bedah secara detail. Kami ingin pastikan setiap program membawa manfaat nyata untuk masyarakat, bukan sekadar proyek di atas kertas,” pungkasnya.
Dengan komitmen bersama ini, diharapkan APBD 2026 Tapanuli Tengah akan menjadi dokumen anggaran pro-rakyat yang efisien, terukur, dan sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo, sekaligus mendukung percepatan pembangunan di daerah. (ts)
Editor : Editor Satu