SIBOLGA, METRODAILY – Upaya membangun kesadaran politik sejak dini terus digencarkan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Sibolga menggelar program Goes to School di SMK Negeri 1 Sibolga, Selasa (9/9/2025).
Wakil Kepala SMKN 1 Sibolga, Jusprida Simarmata, mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman tentang demokrasi sangat penting diberikan kepada generasi muda.
“Kami berterima kasih kepada Bawaslu yang sudah hadir memberi asupan ilmu demokrasi kepada siswa. Semoga ilmu ini menjadi bekal mereka di masa depan,” ucap Jusprida.
Baca Juga: Mulai Oktober 2025, PNS Bisa Naik Pangkat Setiap Bulan
Ia juga berpesan agar para siswa menularkan ilmu yang diperoleh kepada teman-temannya.
Sementara itu, Komisioner Bawaslu Sibolga, Sio Bangun Marganda Sinaga, menegaskan bahwa Pemilu harus dijalankan dengan menjunjung tinggi demokrasi.
“Pemilu adalah hak masyarakat untuk memilih secara bebas tanpa intervensi dari siapa pun. Tidak boleh ada tekanan dari kandidat, tim sukses, maupun pihak lain,” tegasnya.
Sio juga mengingatkan bahaya politik uang. Ia menekankan bahwa menerima uang atau imbalan saat Pemilu adalah tindakan yang dilarang dan memiliki konsekuensi hukum.
Baca Juga: Didemo Pedagang, DPRD Madina Turun ke Pasar Baru Panyabungan
“Pastikan keluarga kita tidak menerima politik uang. Kalau menemukan indikasi money politic, segera laporkan ke Bawaslu. Identitas pelapor dijamin aman,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Bawaslu melakukan simulasi praktik pengawasan Pemilu. Dalam simulasi tersebut, siswa diperlihatkan contoh pelanggaran berupa keterlibatan ASN dalam kampanye. Bawaslu menegaskan bahwa praktik seperti itu tidak dibenarkan dan harus ditindak.
Kegiatan ini disambut antusias oleh siswa-siswi SMKN 1 Sibolga. Bawaslu berharap mereka bisa menjadi pelopor demokrasi bersih dan menyampaikan pesan ini kepada lingkungan sekitarnya. (dh)
Editor : Editor Satu