Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Fraksi PDI-P Walk Out, Rapat Paripurna RPJMD DPRD Tapteng Ricuh

Editor Satu • Selasa, 5 Agustus 2025 | 13:30 WIB

Ketua DPRD Tapteng menerima RPJMD Pemkab Tapteng.
Ketua DPRD Tapteng menerima RPJMD Pemkab Tapteng.

TAPTENG, METRODAILY – Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dalam agenda penyampaian Ranperda Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029, Senin (4/8/2025), diwarnai aksi walk out sejumlah anggota dewan.

Bahkan, seluruh anggota Fraksi PDI-Perjuangan—partai pendukung pasangan MAMA (Masinton-Mahmud)—tak tampak hadir!

Dari total 35 anggota DPRD, 15 absen dari ruang paripurna. Ironisnya, saat Wakil Bupati Tapteng Mahmud Efendi Lubis menyampaikan pidato Bupati Masinton Pasaribu, sekitar 10 anggota dewan justru meninggalkan ruang sidang satu per satu.

Baca Juga: Bupati Taput Terbitkan SK Pemutihan Denda Pajak, Lunasi PBB Tanpa Sanksi

Aksi ini disebut sebagai bentuk protes terhadap sikap Bupati Masinton yang kembali tidak hadir dalam agenda penting tersebut, padahal disebut berada di Tapanuli Tengah.

Pada paripurna sebelumnya, Masinton juga absen dan hanya mengutus Sekda. Kali ini, ia kembali mengutus Wakil Bupati dan Sekda untuk hadir mewakili dirinya.

"Ini soal etika! Harusnya Pak Masinton hadir langsung dan menyerahkan RPJMD kepada kami untuk dibahas," tegas Willy Syahputra, salah satu anggota DPRD yang walk out.

Senada dengan itu, Abdul Basir Situmeang juga mengkritik keras absennya Masinton. “Karena hanya membacakan pidato Bupati, saya memilih keluar. Saya menduga Masinton tidak serius membangun Tapteng ini,” katanya.

Baca Juga: Produksi Ikan 6 Kali Lipat Melebihi Batas, Limbah KJD Dituding Rusak Ekosistem Danau Toba

Sementara itu, Ketua DPRD Ahmad Rivai Sibarani tetap memimpin jalannya rapat hingga selesai. Setelah pidato dibacakan, dokumen RPJMD secara simbolis diserahkan ke DPRD dan diteruskan ke anggota dewan Josua Habeahan untuk dibahas lebih lanjut.

Namun, sorotan utama publik bukan pada isi RPJMD, melainkan ketidakhadiran Masinton dan aksi walk out anggota dewan yang memperlihatkan retaknya komunikasi antara eksekutif dan legislatif.

Apakah ini awal dari krisis politik baru di Tapteng? (ts)

Editor : Editor Satu
#aksi walk out #dprd tapteng