KPU Tapsel Gelar FGD: Evaluasi Pilkada Demi Pemilu Lebih Baik
Editor Satu• Rabu, 19 Februari 2025 | 11:50 WIB
Peserta Forum Group Diskusi yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapanuli Selatan di Sopo Namora.
TAPSEL, METRODAILY – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Tapanuli Selatan menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mengevaluasi pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024.
Acara yang berlangsung di Sopo Namora, Sipirok, Senin (17/2), ini menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk memberikan masukan demi peningkatan kualitas pemilu ke depan.
Ketua KPU Tapsel, Zulhajji Siregar, menegaskan bahwa FGD ini merupakan langkah reflektif guna mengidentifikasi berbagai aspek yang perlu diperbaiki dalam tahapan pemilihan.
“Seluruh masukan yang diberikan akan dirumuskan menjadi rekomendasi bagi KPU, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat, agar pemilu mendatang berjalan lebih baik,” ujarnya.
Diskusi ini tidak hanya berfokus pada aspek teknis pemilu, tetapi juga mengevaluasi faktor eksternal yang mempengaruhi jalannya pemilihan.
Salah satu isu yang dibahas adalah efektivitas distribusi logistik, kendala teknis dalam proses pemungutan suara, serta tingkat partisipasi pemilih yang menjadi indikator penting dalam penyelenggaraan pemilu yang demokratis.
FGD yang dimoderatori oleh Hotma Rhido Ranto Harahap ini turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Bawaslu, partai politik, media, serta pemantau pemilu.
Hadir pula jajaran Komisioner KPU Tapsel, yakni Efendi Rambe, Fany Daulad Siregar, Khoirun Sholih Harahap, dan Yassir Husein Pardede.
Tiga tema utama yang dibahas dalam FGD ini meliputi:
Evaluasi Kelembagaan – Mengkaji kinerja penyelenggara pemilu dalam menjalankan tugas dan fungsinya.
Faktor Eksternal – Menelaah hambatan di luar penyelenggara yang mempengaruhi jalannya pemilu, termasuk distribusi logistik dan proses teknis lainnya.
Partisipasi Pemilih – Menganalisis tingkat keterlibatan masyarakat dalam pemilihan serta strategi peningkatan angka partisipasi.
Hotma Rhido Ranto Harahap menyatakan bahwa hasil diskusi ini akan dirumuskan menjadi rekomendasi resmi yang disampaikan ke KPU Provinsi dan KPU Pusat. “Tujuan utama evaluasi ini adalah meningkatkan efektivitas, profesionalisme, dan transparansi dalam penyelenggaraan pemilu mendatang,” ujarnya.
Melalui FGD ini, KPU Tapsel berharap dapat menciptakan pemilu yang lebih inklusif dan minim kendala, sehingga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi semakin meningkat. (ant)