JAKARTA, METRODAILY - AL Ghazali, El Rumi, dan Dul Jaelani terlihat berdesak-desakan saat masuk lift Gedung Nusantara I, kompleks MPR/DPR/DPD, Jakarta. Mereka hendak naik ke ruangan Fraksi Partai Gerindra di lantai 17.
Di tengah kepadatan, tiga putra Ahmad Dhani itu sesekali melempar senyum kepada orang-orang yang menyapa mereka. Mereka bahkan tak keberatan meladeni beberapa orang yang mengajak berswafoto.
Sama dengan ribuan orang yang lain, kehadiran Al, El, dan Dul di DPR untuk mendampingi keluarga anggota DPR yang dilantik. Orang tua mereka, Ahmad Dhani dan Mulan Jameela, masuk deretan 580 anggota DPR yang akan menghuni Senayan selama lima tahun ke depan. Dhani dan Mulan sama-sama wakil rakyat dari Fraksi Gerindra.
Selain Dhani-Mulan, ada sederet pasangan suami istri (pasutri) yang juga sama-sama menjadi anggota DPR periode 2024-2029. Di antaranya, Ahmad Muzani-Himmatul Aliyah (Fraksi Gerindra), Taufiq R. Abdullah-Ida Fauziyah (PKB), Ahmad Heryawan-Netty Prasetiyani (PKS), Viktor Laiskodat-Julie S. Laiskodat (Nasdem), dan Sugeng Suparwoto-Amelia Anggraini (Nasdem).
Di antara pasutri tersebut, pasangan Dhani-Mulan memang yang paling mencuri perhatian. Tak heran jika banyak orang yang langsung berkerumun untuk berswafoto dengan pasangan musisi tersebut. Baik ketika keduanya hendak masuk ke ruang rapat paripurna maupun setelah acara pelantikan anggota MPR/DPR/DPD selesai.
"(Yang pasti) tugas utamanya membenahi industri musik," kata Dhani kepada Jawa Pos ketika ditanya apa yang bakal jadi prioritasnya.
Didampingi Mulan, Dhani yang mengenakan jas dan peci hitam mengaku belum mendapat arahan dari partai terkait tugas ke depan di Senayan.
Pentolan Dewa 19 itu juga belum tahu akan ditempatkan di komisi mana. "Akan dibicarakan (di internal partai, Red)," ujar pria bernama lengkap Ahmad Dhani Prasetyo tersebut.
Meski begitu, Dhani sempat menyinggung tren artificial intelligence (AI/kecerdasan buatan) yang mulai menjamah industri musik tanah air belakangan ini.
Pria kelahiran Surabaya itu menegaskan bahwa kecanggihan AI tidak akan menjadi ancaman industri musik tanah air.
"Kami belum melihat dampak AI merusak (industri musik, Red)," paparnya. (c19/jp)
Editor : Editor Satu