Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Senior Golkar: Musa Rajekshah Layak Jadi Menteri

Admin Metro Daily • Rabu, 29 Mei 2024 | 18:12 WIB
Senior Partai Golkar Sumut, Hardi Mulyono. Ist
Senior Partai Golkar Sumut, Hardi Mulyono. Ist

MEDAN, METRODAILY — Politisi senior Golkar Sumut, Hardi Mulyono Surbakti, menyampaikan pendapatnya tentang suasana politik menjelang Pilgubsu 2024.

Menurutnya andai kelak Ketua Partai Golkar Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck), menyatakan tidak bersedia maju sebagai cagubsu, maka Ijeck sangat laik menjadi salah satu menteri pada kabinet Prabowo-Gibran.

"Atau paling tidak menjadi salah satu ketua komisi di DPR RI," kata Hardi kepada wartawan, Rabu (29/5/2024).

Dikatakan Hardi, di satu sisi, aspirasi masyarakat terkhusus kader Golkar, begitu besar menyangkut peranan Ijeck pasca keberhasilannya terpilih menjadi anggota DPR RI dan membawa Golkar sebagai partai pemenang di Sumut pada Pileg 2024.

"Dinamika politik menjelang Pilgubsu 2024 sangat dinamis dan cepat, sesuai dengan beragam kepentingan dan pertimbangan yang dimunculkan," katanya.

Hardi mengaku banyak menerima informasi akurat dari petinggi Golkar di Jakarta, bahwa telah berlangsung pertemuan tiga petinggi negeri ini untuk membahas Pilgubsu. Hardi menyimpulkan dari pertemuan itu bahwa tidak tertutup kemungkinan, Ijeck, menyatakan tidak bersedia maju sebagai cagubsu dari Partai Golkar. Justru tidak tertutup kemungkinan, DPP Partai Golkar lebih menginginkan Bobby Nasution sebagai cagubsu yang diusung Golkar.

“Saya yakin, DPP Partai Golkar sudah punya sikap, setelah melalui berbagi pertimbangan dan kepentingan yang ada. Kini, Golkar tinggal menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan sikap partai tersebut,” ujar dia.

Golkar Sumut menjadi partai pemenang pada Pileg 2024 dengan memperoleh 22 kursi di DPRD Sumut. Perolehan itu sudah lebih dari cukup untuk mengusung sendiri cagub di Pilgubsu 2024.

Ijeck jika memang tidak bersedia menjadi cagubsu atau DPP Partai Golkar memang lebih menginginkan Bobby Nasution, maka dipastikan Golkar akan berkoalisi dengan Gerindra. Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu Bobby Nasution telah mendaftarkan diri menjadi anggota Gerindra, sekaligus menyerahkan berkas pencalonan sebagai cagubsu di Gerindra Sumut.

Berdasarkan keputusan DPP Golkar nanti, Hardi Mulyono berharap masyarakat Sumut terkhusus kader Golkar, tidak mesti merasa kecewa.

“Sangat jelas, Ijeck tidak berkhianat kepada Partai Golkar dan tidak berniat mengecewakan aspirasi masyarakat. Tapi, begitulah memang dinamika politik,” ujar mantan ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut.

Melihat dinamika politik yang begitu tinggi tersebut, menurut Hardi Mulyono, jika kelak Ijeck menyatakan tidak bersedia maju sebagai cagubsu, maka Ijeck sangat layak menjadi salah satu ketua komisi di DPR-RI atau menjadi salah satu menteri pada kabinet Prabowo-Gibran mendatang.

Alasannya, kata mantan sekretaris Partai Golkar Sumut ini, Ijeck sarat dengan pengalaman di berbagai bidang. Dia juga berjasa besar dalam memenangkan Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024.

"Karenanya Ijeck sangat layak menjadi salah satu ketua komisi di DPR RI maupun salah satu menteri di kabinet mendatang,” katanya.

Tanpa majunya Ijeck pada kontestasi Pilgubsu 2024, maka diperkirakan Pilgubsu 2024 hanya diikuti dua peserta, yakni Edy Rahmayadi (Gubsu periode 2018-2023), dan Bobby Nasution (Wali Kota Medan).

"Perhitungan saya, Bobby diusung oleh Golkar dan Gerindra. Sedangkan Edy Rahmayadi terbuka peluang akan didukung PDIP dan beberapa partai lainnya," pungkasnya. (*)

Editor : Prans Metro
#musa rajekshah #golkar sumut #sumatera utara #Pilgubsu 2024 #ijeck #Hardi mulyono #bobby nasution #partai golkar