Dilihat wartawan, Senin (19/6/2023) akun di TikTok atas nama Syafi’i SH membagikan video tersebut. Terlihat suasana puluhan orang berkumpul di acara reses yang dihadiri oleh anggota DPRD Sumut dari Partai Gerindra, Sri Kumala.
Pengunggah video menambahkan narasi pada video yang dibagikannya. “Apakah masih layak DPRD seperti ini dipilih lagi? Kalau gak mau dikritik ya jangan jadi anggota dewan buk,” tulisnya.
Pada video tersebut tampak terlihat puluhan orang sedang berkumpul dan duduk dalam acara reses. Ada pula sebuah spanduk bertuliskan nama Sri Kumala dalam vide itu.
Terdengar seorang wanita yang diketahui anggota DPRD Sumut, Sri Kumala menggunakan pengeras suara memanggil seorang pemuda berpakaian jaket hodie dan berpeci hitam. Belakangan pemuda yang dipanggil itu merupakan seorang mahasiswa salah satu perguruan tinggi swasta di Asahan.
“Kau baru anak kemarin, nanti ku laporkan kau sama apa kau. Kau duduk di sini,” terdengar suara Sri Kumala dalam video itu seraya memanggil mahasiswa tersebut maju ke depan.
Mahasiswa yang dipanggil Sri Kumala itu pun maju. Dia kemudian dipersilakan duduk di depan menghadap masyarakat peserta reses
yang berhadir.
“Kau di sini (mempersilakan mahasiswa tersebut duduk). Kau yang seharusnya mengasi tau orang-orang tua di sini. Jangan kau pula yang mancing,” ujar Sri Kumala.
Saat itu Sri Kumala juga menghardik mahasiswa yang dipanggilnya tersebut untuk berhati-hati bicara dengannya. Ia juga sadar apa yang baru saja dikatakannya diliput oleh awak media yang ada di lokasi reses.
“Ini ada media (wartawan) di sini. Biar kau tahu. Saya ke desa ini, tolong dicatat ya Bapak Media, seharusnya saya tidak boleh datang ke desa ini. Ada salah satu anggota dewan yang melarang saya. Gimana saya membawa ‘kue’ ke sini, saya dilarang turun ke desa ini,” ujarnya dalam nada suara meninggi.
Sri Kumala pun menjelaskan ke hadapan masyarakat desa yang ada didepannya, bagaimana desa mereka bisa maju jika masyarakat dan anggota DPRD – nya tidak kompak dan bersatu.
Sejurus, anggota DPRD Sumut tersebut kemudian mengarahkan pembicaraannya lagi kepada mahasiswa yang baru saja dipanggilnya tadi.
“Kau nanti, kita sama sama menghadap sama ini kau ya, dosen kau. Aku juga dosen. Kau lihat di Kopertis siapa ini (menunjuk dirinya sendiri). Aku bukan hanya sebagai anggota dewan ya. Sopan kau sikit ngomong,” ujarnya.
Sri Kumala menyebut mahasiswa yang dipanggilnya itu sebelumnya tidak bersikap sopan saat hadir di acara resesnya. Namun belum jelas apa pertanyaan si mahasiswa kepada dirinya.
“Kalau kau tadi baik, ku bantu kau bantuan provinsi Sumatera Utara. Tak bayar orang tua kau kuliah. Tapi karena kau tidak sopan, aku juga bisa lebih enggak sopan ya, biar tau,” katanya ke arah mahasiswa tadi.
Dalam kesempatan itu Sri Kumala kepada warga di sana juga menyebutkan sebenarnya ia sudah memiliki firasat tidak diterima di desa tersebut untuk memberi bantuan bersamaan reses yang digelarnya.
Sementara Sri Kumala dalam jawaban konfirmasinya yang dikirimkan melalui rekaman video, menyangkal sikap memarahi mahasiswa tersebut di depan warga sebagai bentuk arogansi dirinya apalagi ia adalah wakil rakyat.
“Bahwa kegiatan yang ada di desa Si Jawi-jawi itu menurut saya tidak benar (disebut arogan). Kenapa, bahwa di waktu awal sebelum saya buka kegiatan reses itu saya ada memperjelaskan kepada seluruh peserta bahwa yang namanya reses itu ada aturan,” kata Sri Kumala.
Ia mengatakan selama mengelar reses, banyak warga yang keluar masuk ke dalam acara bahkan datang saat pertengahan kegiatan sehingga situasi reses tidak kondusif. Diketahui, reses di Desa Sei Jawi-jawi tersebut, diketahui memang digelar di tengah tanah lapang terbuka.
“Yang ujung-ujungnya (warga yang hadir) hanya (datang saat) mengambil momen acara yang dikatakan ada bagi-bagi makanan. Itulah yang dari awal saya minta kesepakatan bersama,” ujarnya.
Sudah kesal sejak awal sebelum hadir di acara reses, Sri Kumala malah semakin jengkel ketika mendengarkan pertanyaan seorang mahasiswa yang menurutnya berbahasa tidak sopan di depan masyarakat terhadap dirinya. (Per)
Foto: Sri Kumala saat reses. Editor : Metro Daily