300 Karateka Ikut UKT Karate-Do Tako Siantar, Nickyta Bakkara Salah Satu Terbaik

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 29 September 2026 | 13:00 WIB
Nickyta Adler Bakkara (paling kanan), salah satu peserta terbaik UKT Karate-Do Tako Pematangsiantar, berhak naik dua tingkat.
Nickyta Adler Bakkara (paling kanan), salah satu peserta terbaik UKT Karate-Do Tako Pematangsiantar, berhak naik dua tingkat.

SIANTAR, METRODAILY – Sebanyak 300 karateka dari 16 dojo mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat (UKT) Perguruan Karate-Do Tako Indonesia Pengcab Kota Pematangsiantar di Gedung Serbaguna Pemko Pematangsiantar, Jalan Merdeka, Minggu (27/9).

Dari ratusan peserta, tiga karateka dinilai sebagai peserta terbaik. Salah satunya Nickyta Adler Bakkara dari Dojo Dinas Pariwisata Pematangsiantar yang berhak naik dua tingkat, dari sabuk biru/Kyu-5 menjadi sabuk coklat/Kyu-3.

Dua peserta terbaik lainnya yakni Navisha F Kinar dari Dojo YPK yang naik dari sabuk biru/Kyu-5 ke sabuk coklat/Kyu-3, serta Khosyi' Zyanci Althaf dari Dojo JW yang naik dari sabuk oranye/Kyu-7 ke sabuk biru/Kyu-5.

Baca Juga: Pemerintah Kaji Saldo Rp50 Ribu untuk Warga 17 Tahun ke Atas

Ketua Panitia UKT Reinhard Silalahi (DAN V) mengatakan, ujian tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali prestasi Perguruan Karate-Do Tako Indonesia, khususnya di Kota Pematangsiantar.

Reinhard yang pernah menjadi atlet karate dan mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Piala Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), mengatakan pengalaman bertanding menjadi bekal untuk membina karateka muda Tako.

“Harapan saya ke depan, Perguruan Karate-Do Tako Indonesia kembali ke masa jayanya seperti dulu. Kita akan kembali mencetak atlet Tako yang siap tanding di berbagai event lokal, nasional, dan internasional,” sebut Reinhard.

Baca Juga: 80 Pelajar dari 7 Dojo Bertarung Rebut Piala Komandan Brigif TP 36/HM

Menurutnya, prestasi seorang atlet tidak hanya ditentukan kemampuan teknik. Disiplin, mental bertanding, ketekunan dan karakter juga menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang karateka.

Karena itu, UKT tidak seharusnya dipandang sebatas kewajiban untuk naik tingkat. Ujian tersebut juga menjadi proses mengevaluasi kemampuan sekaligus mempersiapkan karateka menghadapi pertandingan.

Reinhard mengingatkan para karateka untuk memegang teguh Tri Cita Utama yang menjadi pedoman Perguruan Karate-Do Tako Indonesia, yakni Perkasa, Rendah Hati dan Luhur Budi.

Baca Juga: 37 dari 90 Warga Terduga TB, Simalungun Perluas Skrining ke 228 Titik

“Kalau seorang karateka Tako memahami Tri Cita Utama, maka dia akan menjadi seorang karateka sejati yang siap di situasi apa pun,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi Teknik Joni Purba (DAN V) mengatakan UKT menjadi sarana mengevaluasi hasil latihan karateka di masing-masing dojo. Dari ujian tersebut, peserta dapat mengetahui teknik yang sudah dikuasai maupun bagian yang masih perlu diperbaiki.

“Sebagian sudah bagus. Kalau ada yang kurang, tim penguji akan menyampaikan kekurangannya untuk selanjutnya dilakukan perbaikan,” ujar Joni.

Baca Juga: Liswati Bawa Misi Perajin Siantar Naik Kelas dari Kriyanusa 2026

Ia juga mengingatkan karateka agar tidak mengabaikan teknik dasar. Penguasaan gerakan dasar menjadi fondasi sebelum seorang karateka mengembangkan kemampuan ke tingkat lebih tinggi.

Sekretaris kegiatan sekaligus Sekretaris Pengcab Tako Pematangsiantar Suryadi (DAN V), didampingi Bendahara Meico Batubara (DAN IV), mengatakan UKT kali ini merupakan UKT Triwulan II Tahun 2026.

“UKT triwulan pertama digelar di Dojo Michigan, Juni 2026 kemarin,” kata Suryadi.

Dengan melibatkan 300 karateka dari 16 dojo, UKT tersebut menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan untuk membentuk karateka yang menguasai teknik, disiplin, memiliki mental bertanding dan karakter kuat. (awa)

Editor : Editor Satu
UKT Karate-Do Tako Siantar