ZURICH, METRODAILY – Masa depan Piala Dunia Antarklub 2029 berada dalam ketidakpastian. Hingga kini, FIFA belum memastikan negara tuan rumah, sementara hubungan organisasi sepak bola dunia itu dengan sejumlah federasi masih memanas.
Turnamen dengan format baru yang diperkenalkan FIFA pada 2025 itu kini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan penyelenggaraan hingga penolakan terhadap sejumlah kebijakan Presiden FIFA, Gianni Infantino.
Piala Dunia Antarklub pertama dengan format 32 peserta digelar di Amerika Serikat pada 2025.
Baca Juga: Carragher Ragukan Liverpool Juara Premier League, Sebut Skuad Belum Lengkap
Kompetisi yang berlangsung setiap empat tahun sekali itu mempertemukan klub-klub terbaik dari berbagai konfederasi berdasarkan prestasi mereka di kompetisi antarklub dalam empat musim sebelumnya.
Chelsea keluar sebagai juara edisi perdana. Namun, keberhasilan turnamen tersebut belum menjamin kelangsungan penyelenggaraannya pada 2029.
Belum Ada Tuan Rumah
Berdasarkan berbagai laporan, hingga kini belum ada kepastian mengenai negara penyelenggara Piala Dunia Antarklub 2029.
Sejumlah negara seperti Australia, Selandia Baru, Brasil, Jerman, Meksiko, dan Inggris sempat disebut berminat menjadi tuan rumah. Sementara Qatar dan Amerika Serikat juga masuk dalam daftar kandidat.
Baca Juga: Kesha Ratuliu Murka Dituding Menipu Lewat Konten Jumat Berkah
Namun, hingga saat ini belum ada tindak lanjut resmi dari negara-negara tersebut maupun keputusan FIFA terkait proses pemilihannya.
Selain itu, FIFA juga belum menyampaikan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan edisi 2025.
Persoalan lain yang turut menjadi perhatian adalah distribusi hadiah kepada klub peserta.
Laporan menyebut dana hadiah sebesar 250 juta dolar AS yang dialokasikan untuk peserta Piala Dunia Antarklub 2025 disebut belum seluruhnya disalurkan.
Baca Juga: Nikita Mirzani Ditunjuk Jadi Duta Komunikasi Rutan Pondok Bambu, Ini Alasannya
Situasi tersebut semakin memperbesar sorotan terhadap tata kelola turnamen baru FIFA itu.
Hubungan FIFA dan UEFA Memanas
Di sisi lain, hubungan FIFA dengan sejumlah konfederasi, terutama UEFA, masih diwarnai ketegangan.
Pemicunya adalah wacana pembentukan FIFA Forward Enterprise (FFE) yang sebelumnya diusulkan Gianni Infantino untuk mengelola aspek komersial berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan dari mayoritas anggota FIFA.
Baca Juga: Aura Kasih Pamer Pacar Baru, Ungkap Sang Kekasih Pria Blasteran
UEFA juga terus mengkritik padatnya kalender pertandingan akibat penambahan turnamen antarklub berskala global. Menurut sejumlah pihak, Piala Dunia Antarklub berpotensi meningkatkan beban fisik pemain yang sudah menjalani jadwal kompetisi domestik dan internasional.
Di tengah situasi itu, muncul rumor bahwa UEFA mempertimbangkan langkah boikot terhadap penyelenggaraan Piala Dunia Antarklub apabila sejumlah persoalan tidak segera diselesaikan.
Meski demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun UEFA mengenai kemungkinan pembatalan turnamen atau aksi boikot tersebut. (dtc)
Editor : Editor Satu