RIYADH, METRODAILY – Di balik keberhasilan menjuarai Saudi Pro League 2025/2026, Al Nassr kini menghadapi persoalan serius di luar lapangan. Klub yang diperkuat Cristiano Ronaldo itu dilaporkan terlilit utang hingga 800 juta riyal atau sekitar Rp3,9 triliun.
Laporan media Arab Saudi Al Riyadiyah menyebut seluruh utang tersebut berasal dari berbagai keputusan finansial yang diambil sepanjang musim lalu.
Kondisi itu memaksa manajemen dan pemilik klub bergerak cepat agar krisis tidak semakin memburuk.
Baca Juga: Malaysia Pesta Gol, Laos Tak Berkutik di Kuala Lumpur
Dampak paling nyata dari persoalan keuangan tersebut adalah terbatasnya aktivitas Al Nassr di bursa transfer musim panas 2026. Klub disebut tidak memiliki ruang finansial yang cukup untuk mendatangkan pemain baru jelang musim 2026/2027.
PIF Turun Tangan Selamatkan Al Nassr
Public Investment Fund (PIF), pemegang saham utama Al Nassr, dikabarkan telah menyiapkan serangkaian langkah darurat guna memulihkan kondisi keuangan klub.
Langkah pertama adalah membatasi sebagian kewenangan finansial yang selama ini dimiliki manajemen eksekutif klub agar pengeluaran dapat dikendalikan lebih ketat.
Baca Juga: Gravenberch Tak Sabar Dilatih Iraola, Yakin Liverpool Bakal Makin Garang
Selanjutnya, PIF menunjuk firma keuangan dan hukum independen untuk melakukan audit menyeluruh, meningkatkan pendapatan komersial, sekaligus mengefisiensikan pengeluaran operasional demi menciptakan keberlanjutan finansial.
Selain melakukan restrukturisasi internal, PIF juga membuka peluang masuknya investor baru.
Menurut laporan tersebut, saat ini terdapat dua calon investor serius yang telah menyampaikan minat untuk menanamkan modal di Al Nassr. Namun, PIF lebih memprioritaskan skema penjualan sebagian saham dibandingkan melepas kepemilikan klub secara penuh.
Strategi tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas klub sekaligus memberikan suntikan dana segar tanpa kehilangan kendali atas pengelolaan Al Nassr.
Baca Juga: Nacho Yakin Mourinho Mampu Ubah Mental Real Madrid
Fokus Cegah Utang Bertambah
Serangkaian kebijakan yang diambil PIF bertujuan menjaga nilai finansial, kekuatan merek, serta basis pendukung Al Nassr yang terus berkembang sejak kedatangan Cristiano Ronaldo.
Selain itu, langkah tersebut juga diharapkan mampu menghentikan penumpukan utang baru dan memastikan operasional klub tetap berjalan sesuai prinsip tata kelola perusahaan yang sehat.
Meski baru saja mengakhiri penantian panjang dengan menjuarai Saudi Pro League, Al Nassr kini menghadapi tantangan yang tak kalah berat.
Keberhasilan mereka keluar dari krisis finansial akan menjadi penentu apakah klub berjuluk The Global Club itu mampu tetap bersaing di level tertinggi sepak bola Arab Saudi dalam beberapa musim mendatang. (dtc)
Editor : Editor Satu