Dani Olmo Semprot Permintaan Maaf Roberto Ayala: Itu Bukan Penyesalan

Editor Satu • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 10:38 WIB
Dani Olmo menilai permintaan maaf Roberto Ayala usai insiden final Piala Dunia 2026 tidak tulus karena masih disertai pembenaran atas tindakannya.
Dani Olmo menilai permintaan maaf Roberto Ayala usai insiden final Piala Dunia 2026 tidak tulus karena masih disertai pembenaran atas tindakannya.

NEW YORK, METRODAILY – Dani Olmo melontarkan kritik pedas terhadap permintaan maaf Roberto Ayala terkait insiden panas yang terjadi usai final Piala Dunia 2026.

Penyerang Timnas Spanyol itu menilai legenda Argentina tersebut tidak benar-benar menyesali tindakannya karena masih berusaha membenarkan aksi yang dilakukan.

Keributan pecah setelah laga final di New York New Jersey Stadium pekan lalu. Insiden bermula saat Nahuel Molina memukul Rodri ketika selebrasi, lalu memicu aksi saling dorong yang melibatkan sejumlah pemain dan ofisial kedua tim.

Baca Juga: Sekda Junaedi Atas Nama Wali Kota Wesly Lantik Kadisdukcapil dan Pejabat Fungsional  

Dalam video yang beredar luas di media sosial, Ayala yang kini menjadi asisten pelatih Timnas Argentina terlihat mencengkeram leher Olmo. Meski mendapat perlakuan tersebut, pemain Barcelona itu memilih tidak membalas.

Beberapa hari setelah pertandingan, Ayala akhirnya angkat bicara kepada Valencia Capital Radio. Mantan bek River Plate, Napoli, AC Milan, Valencia, dan Real Zaragoza itu mengklaim hanya berniat melerai keributan.

"Niat saya itu sekadar ke sana dan melerai mereka, tidak lebih. Saya ingin memisahkan mereka. Perkelahian itu harus selesai sekarang. Itu lebih kepada dorongan daripada hal lainnya; itu bukan pukulan. Itu adalah reaksi saya pada sesuatu hal yang telah dikatakan, tapi jika saya bertemu Olmo, saya akan minta maaf secara pribadi kepada dia," ujar Ayala.

Baca Juga: Lewat Panggung Budaya PRSU ke-50, Pemkab Taput Promosikan Pesona Pulau Sibandang 

Namun penjelasan tersebut justru membuat Olmo semakin kecewa. Menurutnya, seseorang tidak bisa mengaku menyesal sambil tetap mencari pembenaran atas tindakannya.

"Seseorang yang mengaku menyesal tetapi membenarkan pukulan dengan mengatakan itu adalah respons terhadap sebuah komentar, jelas tidak menyesal karena dia berbohong. Saya tidak mengatakan apa pun kepadanya, jadi dia tidak perlu meminta maaf," kata Olmo kepada Diari de Terrassa, dikutip ESPN.

Olmo menegaskan bahwa keberanian mengakui kesalahan jauh lebih penting daripada sekadar mengucapkan kata maaf.

Baca Juga: Hendak Dijual di Padangsidimpuan, Polres Tapteng Ringkus Pencuri Motor

"Apa yang benar-benar mendefinisikan kita bukanlah kesalahan, tetapi keberanian untuk mengakuinya dengan kerendahan hati, kejujuran, dan martabat."

Pemain berusia 28 tahun itu juga mengingatkan bahwa pesepak bola dan ofisial memiliki tanggung jawab moral sebagai panutan bagi generasi muda.

"Ketika anak-anak saya, keluarga saya, dan semua penggemar menonton pertandingan, saya ingin mereka bangga dengan bagaimana kami berkompetisi, bagaimana kami menang, dan yang terpenting, dengan perilaku kami, karena pentingnya sepak bola berarti bahwa kami para pemain adalah contoh bagi anak-anak dan generasi baru, dan itu membawa tanggung jawab yang besar," tegasnya.

Insiden tersebut memicu gelombang kritik terhadap para pemain dan ofisial Argentina. Banyak pihak menilai mereka gagal menunjukkan sportivitas dan tidak mampu menerima kekalahan setelah tampil di bawah performa terbaik sepanjang pertandingan. (net)

Editor : Editor Satu
Roberto Ayala piala dunia 2026 Dani Olmo