DAKAR, METRODAILY – Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) resmi mengakhiri kerja sama dengan Pape Thiaw menyusul kegagalan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026.
Keputusan tersebut diambil setelah federasi melakukan evaluasi terhadap performa tim sepanjang turnamen yang dinilai tidak memenuhi target.
Senegal harus mengakhiri langkah lebih cepat setelah kalah dramatis 2-3 dari Belgia pada babak 32 besar.
Kekalahan itu terasa menyakitkan karena The Lions of Teranga sempat unggul 2-0 hingga menit ke-86, sebelum Belgia bangkit menyamakan skor dan memastikan kemenangan pada babak perpanjangan waktu.
Baca Juga: Celine Evangelista Bantah Isu Rumah Rp200 M dari Jaksa Agung: Saya Beli Sendiri
Perjalanan Senegal di fase grup juga tidak berjalan meyakinkan. Mereka hanya lolos ke fase gugur sebagai salah satu dari delapan peringkat ketiga terbaik, setelah memastikan tiket berkat kemenangan telak 5-0 atas Irak di laga terakhir grup.
Federasi Ambil Langkah Tegas
Dalam pernyataan resminya, FSF menyebut pemecatan Thiaw merupakan hasil evaluasi menyeluruh terhadap pencapaian tim nasional dan arah pengembangan sepak bola Senegal ke depan.
"Setelah melakukan evaluasi atas hasil dan juga prospek tim nasional ke depannya, Komite Eksekutif memutuskan langkah ini sebagai yang terbaik bagi sepak bola Senegal," demikian pernyataan resmi federasi.
Baca Juga: Ria Ricis Bangun Kolam Renang Sedalam 5 Meter, Bisa Lompat dari Lantai Dua
Dengan keputusan tersebut, berakhir pula masa kepemimpinan Thiaw yang berlangsung sekitar dua tahun.
Karier Penuh Kontroversi
Selama menangani Senegal, Thiaw tidak hanya disorot karena hasil di lapangan, tetapi juga sejumlah kontroversi.
Salah satu yang paling menyita perhatian terjadi pada final Piala Afrika 2025. Saat itu, Thiaw memerintahkan timnya melakukan walkout sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit yang memberikan hadiah penalti kepada Maroko.
Meski Senegal sempat dinyatakan juara, gelar tersebut kemudian dibatalkan oleh Komite Banding Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) dua bulan setelah pertandingan.
Baca Juga: Sarwendah Batalkan Pertemuan dengan Ruben Onsu, Mediasi Dipilih Lewat Pengadilan
Persoalan itu berlanjut hingga proses banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
Di sisi lain, Thiaw juga menghadapi ketidakpastian kontrak yang berakhir pada Februari 2026 dan belum diperpanjang hingga Senegal tampil di Piala Dunia.
Kondisi tersebut sempat memengaruhi persiapan tim menuju Amerika Serikat, ditambah persoalan administrasi seperti pengurusan visa dan pembayaran bonus pemain.
Menurut laporan, Presiden FSF Abdoulaye Fall dijadwalkan memberikan penjelasan resmi kepada media mengenai keputusan pemecatan tersebut.
Baca Juga: Venna Melinda Ingin Wariskan Koleksi Baju Vintage kepada Putrinya
Selama menukangi Senegal, Pape Thiaw membukukan 19 kemenangan dalam 29 pertandingan, dengan persentase kemenangan mencapai 65,52 persen. Namun, catatan itu belum cukup untuk menyelamatkan posisinya setelah kegagalan di panggung Piala Dunia 2026. (dtc)
Editor : Editor Satu