Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Gus Irawan Targetkan Dokumen Manajemen Risiko Tapsel Rampung Sepekan

Editor Satu • Senin, 13 Juli 2026 | 12:12 WIB
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menutup Diklat Manajemen Risiko di Balai Diklat BPKP Sumut, Medan, dan menargetkan dokumen manajemen risiko rampung dalam satu pekan.
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menutup Diklat Manajemen Risiko di Balai Diklat BPKP Sumut, Medan, dan menargetkan dokumen manajemen risiko rampung dalam satu pekan.

ASN Berprestasi Disiapkan Duduki Jabatan Strategis

TAPANULI SELATAN, METRODAILY – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel) Gus Irawan Pasaribu menargetkan seluruh Dokumen Manajemen Risiko (MR) Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2025–2029 rampung dalam waktu sepekan.

Target itu disampaikan saat menutup Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Manajemen Risiko yang diikuti 91 aparatur sipil negara (ASN) di Balai Diklat BPKP Perwakilan Sumatera Utara, Medan, Kamis (9/7/2026).

Bupati menegaskan, dokumen tersebut tidak boleh berhenti sebagai persyaratan administrasi semata, tetapi harus menjadi instrumen utama dalam mengawal keberhasilan pembangunan daerah dan mencegah potensi kegagalan program pemerintah.

Baca Juga: Juergen Klopp Sepakat Latih Timnas Jerman hingga 2030

"Risiko tidak mungkin dihilangkan, tetapi dapat diminimalkan dan diantisipasi melalui penerapan manajemen risiko yang baik. Karena itu, manajemen risiko bukan sekadar memenuhi administrasi atau menghasilkan dokumen, melainkan menjadi instrumen untuk mengawal pencapaian tujuan pembangunan daerah," tegas Gus Irawan.

Diklat yang berlangsung sejak 6 Juli 2026 itu diikuti 91 ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) sebagai bagian dari penguatan tata kelola pemerintahan dan sistem pengawasan internal.

Turut hadir pada penutupan kegiatan tersebut Inspektur Daerah Tapanuli Selatan Hamdy Saleh Pulungan, Sekretaris Inspektorat Ahmad Fikri, para instruktur BPKP Perwakilan Sumatera Utara, serta seluruh peserta diklat.

Baca Juga: Koleksi Jam Vintage, Ardina Rasti: Lebih Bernilai Seni dan Investasi

Target Rampung dalam Sepekan

Gus Irawan meminta seluruh peserta segera menyelesaikan penyusunan Dokumen Manajemen Risiko Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan 2025–2029. Menurutnya, selama mengikuti pelatihan seluruh peserta telah menyusun draft dokumen sehingga penyelesaiannya tidak boleh berlarut-larut.

Ia juga menginstruksikan seluruh peserta menyebarluaskan ilmu yang diperoleh kepada ASN di perangkat daerah masing-masing agar budaya manajemen risiko dapat diterapkan secara menyeluruh.

Apabila mengalami kendala dalam implementasi, peserta diminta aktif berkoordinasi dengan para instruktur BPKP agar penerapan manajemen risiko berjalan optimal.

Baca Juga: Gelandang Timnas Afrika Selatan Jayden Adams Meninggal Dunia

ASN Berprestasi Masuk Radar Promosi

Dalam kesempatan tersebut, Bupati memberikan penghargaan kepada sembilan peserta terbaik yang meraih peringkat I, II, dan III pada masing-masing kelas A, B, dan C.

Menurut Gus Irawan, prestasi selama pelatihan akan menjadi salah satu indikator dalam pembinaan karier ASN di lingkungan Pemkab Tapsel.

"ASN yang menunjukkan kemampuan, semangat belajar, dan prestasi akan menjadi perhatian pemerintah daerah. Mereka akan dipertimbangkan untuk mengisi posisi strategis guna memperkuat perangkat daerah," ujarnya.

BPKP Apresiasi Komitmen Pemkab Tapsel

Kepala Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumatera Utara, Farid Firman, mengapresiasi keseriusan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam memperkuat kapasitas Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Baca Juga: Ultah ke-28, Aurel Hermansyah Berharap Punya Anak Laki-Laki

Menurut Farid, pelatihan yang diikuti 91 peserta sekaligus merupakan yang pertama diselenggarakan BPKP Sumut sehingga harus dibagi ke dalam tiga kelas.

"Ini menunjukkan komitmen yang sangat tinggi dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam membangun tata kelola pemerintahan yang semakin baik, khususnya dalam penguatan APIP dan pengelolaan APBD," katanya.

Farid memastikan BPKP Sumut akan terus memberikan pendampingan, termasuk dalam pelaksanaan reviu APBD Tahun Anggaran 2027 agar penyusunannya semakin akuntabel dan sesuai prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

Ia juga menilai intensitas koordinasi antara Inspektorat Tapanuli Selatan dan BPKP menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sistem pengawasan yang lebih kuat.

Baca Juga: Kebakaran Hebat Landa Pasar Nauli Sibolga, Ratusan Kios Ludes, Pedagang Menangis

Melalui pelatihan tersebut, seluruh peserta diharapkan mampu membangun budaya sadar risiko dan menerapkan manajemen risiko secara konsisten di masing-masing perangkat daerah guna mendukung pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. (net)

Editor : Editor Satu
#Manajemen Risiko #bupati tapsel #gus irawan