Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Pep Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City, Akhiri Era Emas 10 Tahun dan 20 Trofi

Editor Satu • Sabtu, 23 Mei 2026 | 07:50 WIB
Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberikan arahan kepada pemainnya saat laga Liga Champions melawan Bodo/Glimt.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola saat laga Liga Champions melawan Bodo/Glimt.

MANCHESTER, METRODAILY - Era kejayaan Manchester City bersama Pep Guardiola resmi berakhir. Guardiola mengumumkan bakal meninggalkan kursi manajer The Citizens pada akhir musim 2025/2026 setelah satu dekade penuh prestasi di Etihad Stadium.

Pengumuman mengejutkan itu disampaikan Manchester City pada Jumat (22/5/2026). Meski kontraknya masih berlaku hingga Juni 2027, pelatih asal Spanyol tersebut memilih mengakhiri masa baktinya lebih cepat.

Guardiola menutup perjalanan 10 tahunnya bersama Manchester City dengan warisan luar biasa. Sejak datang pada musim panas 2016, eks pelatih FC Barcelona itu sukses mengubah City menjadi salah satu klub paling dominan di Eropa.

Baca Juga: Carrick Permanen di MU hingga 2028 usai Bawa Setan Merah ke Liga Champions

Selama menukangi Manchester City, Guardiola mempersembahkan total 20 trofi. Enam di antaranya merupakan gelar Liga Inggris, ditambah satu trofi Liga Champions, tiga Piala FA, serta lima Piala Liga Inggris.

Puncak kesuksesannya hadir pada musim 2022/2023 saat membawa Manchester City meraih treble winners.

Musim ini menjadi musim terakhir Guardiola bersama The Sky Blues. Ia menutupnya dengan status runner-up Liga Inggris serta mempersembahkan dua gelar terakhir berupa Piala FA dan Piala Liga Inggris.

Dalam pesan perpisahannya, Guardiola mengaku tak memiliki alasan khusus hengkang dari Manchester City. Namun, ia merasa waktunya bersama klub sudah selesai.

Baca Juga: Sumbar hingga Aceh Gelap Gulita, PLN Ungkap Ini Lokasi Blackout

“Jangan tanya alasan kepergianku. Tidak ada alasan, tetapi jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku. Tidak ada yang abadi,” ujar Guardiola dikutip dari situs resmi Manchester City.

Guardiola juga mengenang perjalanan emosionalnya selama di Etihad Stadium, termasuk hubungan spesial dengan suporter dan para pemain.

“Apa yang telah kami lakukan, kami lakukan untuk kalian semua. Kalian sedang meninggalkan warisan,” katanya.

Baca Juga: Pemko Siantar Kolaborasi MPKW, Gelar Lomba Mewarnai dan Story Telling PAUD

Meski tak lagi menjadi pelatih, Guardiola dipastikan tetap memiliki hubungan dengan Manchester City. Setelah mundur, pria 55 tahun itu akan menjalani peran baru sebagai Global Ambassador di City Football Group, grup pemilik Manchester City.

Kepergian Guardiola sekaligus menandai berakhirnya salah satu era paling sukses dalam sejarah Manchester City. (Dtc)

 

Editor : Editor Satu
#pep guardiola #manchester city