METRODAILY - Nasib Kylian Mbappe di Real Madrid tengah jadi sorotan tajam. Setelah dua musim tanpa gelar Liga Spanyol maupun Liga Champions, Mbappe disebut mulai lelah terus dijadikan kambing hitam atas kegagalan Los Blancos.
Menurut laporan The Athletic, situasi di internal Madrid memanas usai musim 2025/2026 berakhir tanpa trofi utama.
Sejumlah fans hingga pihak internal klub dikabarkan kecewa terhadap sikap Mbappe, termasuk saat sang striker memilih berlibur di tengah masa pemulihan cedera otot.
Baca Juga: Pesan Wesly Silalahi Kepada Wisudawan Lansia: Usia Tidak Membatasi Belajar dan Berkembang
Padahal secara individu, performa Mbappe sebenarnya tetap impresif. Musim lalu ia sukses meraih Sepatu Emas Eropa sekaligus top skor LaLiga.
Sementara musim ini, penyerang asal Prancis itu juga masih berpeluang menjadi top skor Liga Spanyol dan Liga Champions.
Namun catatan gol tersebut dinilai belum cukup untuk memenuhi ekspektasi besar publik Santiago Bernabeu.
Sejak bergabung ke Real Madrid pada 2024, Mbappe baru mempersembahkan trofi Piala Super Eropa dan Piala Interkontinental.
Baca Juga: Lamine Yamal Belum Sepenuhnya Bahagia Meski Barcelona Juara Liga Spanyol
Sementara dua target utama klub, yakni LaLiga dan Liga Champions, gagal diraih dalam dua musim beruntun.
Situasi makin rumit setelah muncul isu ketidakharmonisan Mbappe dengan pelatih Xabi Alonso. Konflik tersebut disebut-sebut menjadi salah satu faktor yang berujung pada pemecatan Alonso dari kursi pelatih Madrid.
Kini Real Madrid masih menyisakan tiga pertandingan terakhir di LaLiga. Dua di antaranya akan dimainkan di kandang sendiri, Santiago Bernabeu.
Baca Juga: Rashford di Balik Gol Free Kick ke Madrid: “Saya Nggak Niat Nembak!”
Namun Mbappe dikabarkan tidak akan tampil di sisa laga tersebut. Ia memilih fokus memulihkan kondisi fisik demi tampil maksimal bersama tim nasional Prancis di Piala Dunia 2026.
Keputusan itu memunculkan spekulasi baru. Fans Madrid diprediksi akan meluapkan kekecewaan mereka di laga kandang terakhir musim ini setelah klub kembali gagal meraih trofi besar.
Di tengah tekanan tersebut, Mbappe disebut ingin menutup musim secepat mungkin dan membuka lembaran baru musim depan dengan kondisi fisik dan mental yang lebih siap. (dtc)
Editor : Editor Satu