JAKARTA, METRODAILY – Harry Kane kembali harus menunda ambisinya meraih trofi Liga Champions setelah Bayern Munich tersingkir di semifinal oleh Paris Saint-Germain. Kekalahan agregat 5-6 dari PSG membuat Kane kembali menjadi sorotan terkait minimnya gelar bergengsi dalam kariernya.
Meski tampil tajam sepanjang musim, striker timnas Inggris itu belum mampu membawa Bayern melangkah ke final kompetisi antarklub paling elite di Eropa tersebut.
Kane sebenarnya tampil impresif bersama Bayern musim ini. Ia telah mencetak 14 gol di Liga Champions dan mengoleksi 33 gol dari 29 pertandingan Bundesliga. Bahkan, performa gemilangnya sempat disebut-sebut membuka peluang meraih penghargaan Ballon d'Or jika Bayern berhasil menjadi juara Eropa.
Baca Juga: ALS Tabrak Truk Tangki: 16 Orang Tewas, 5 Teridentifikasi
Namun langkah Bayern harus terhenti di semifinal setelah kalah agregat dari PSG.
Legenda Liverpool, Jamie Carragher, mengaku bersimpati terhadap nasib Kane. Menurutnya, Kane merupakan salah satu striker terbaik yang pernah dimiliki Inggris, tetapi belum beruntung dalam perburuan trofi besar.
“Saya beberapa kali bilang, Kane adalah salah satu pemain terbaik yang pernah dilahirkan Inggris. Sayangnya, dia belum pernah memenangkan trofi-trofi bergengsi,” ujar Carragher dalam tayangan CBS Sports.
Carragher menilai Kane sebenarnya sudah beberapa kali hampir meraih gelar besar. Bersama Tottenham Hotspur, Kane pernah mencapai final Liga Champions. Bersama timnas Inggris, ia juga menembus final Piala Eropa serta semifinal Piala Dunia.
Baca Juga: Wali Kota Padangsidimpuan Lepas CJH Menuju Tanah Suci Mekkah
“Dia pernah mencapai final Liga Champions bersama Tottenham, lalu final Euro bersama Inggris dan semifinal Piala Dunia. Kini dia kembali terhenti di semifinal Liga Champions. Sayangnya, dia tidak beruntung,” katanya.
Carragher menambahkan bahwa sepak bola adalah permainan tim sehingga keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh satu pemain saja.
“Ya, inilah sepak bola. Ini permainan tim, bukan cuma soal satu atau dua pemain,” lanjutnya.
Ia juga menyoroti fenomena striker-striker top Inggris yang kerap kesulitan meraih trofi besar meski memiliki catatan individu luar biasa.
Baca Juga: Mengaku Terdampak Tembok City View, Emak-emak Datangi DPRD Medan Minta Wong Chun Sen Diperiksa
“Saya rasa itu memang jadi masalah di Inggris ketika striker-striker hebat sulit memenangkan trofi bergengsi. Sebelumnya ada Gary Lineker dan Alan Shearer yang rekor pribadinya luar biasa, tetapi tidak banyak trofi yang mereka dapatkan,” tutup Carragher. (Dtc)
Editor : Editor Satu