HUESCA, METRODAILY — Laga panas Divisi 2 Spanyol (Segunda División) antara SD Huesca vs Real Zaragoza berujung ricuh. Kiper Zaragoza, Esteban Andrada, menjadi sorotan usai meninju kapten Huesca, Jorge Pulido, dalam Derby Aragon di Stadion El Alcoraz, Minggu (26/4/2026).
Pertandingan jornada ke-37 itu sendiri dimenangkan Huesca dengan skor tipis 1-0. Namun hasil laga justru tertutupi insiden kekerasan yang terjadi menjelang akhir pertandingan.
Kronologi Insiden: Dari Kartu Kuning ke Aksi Brutal
Keributan bermula saat Andrada menerima kartu kuning kedua usai mendorong Pulido. Tidak terima dengan keputusan tersebut, kiper asal Argentina itu justru kehilangan kendali.
Baca Juga: Sassuolo Tahan Fiorentina, Bawa Pulang 1 Poin di Kandang Lawan
Andrada berlari menghampiri Pulido dan melayangkan pukulan keras ke wajah sang bek, hingga terjatuh di lapangan. Aksi tersebut memicu reaksi keras dari pemain Huesca yang langsung mengerubungi Andrada.
Dalam situasi chaos, kiper Huesca, Dani Jimenez, juga tertangkap kamera ikut melayangkan pukulan dan diganjar kartu merah oleh wasit.
Zaragoza Kutuk Keras, Siapkan Sanksi Internal
Manajemen Real Zaragoza langsung merespons insiden tersebut dengan pernyataan resmi. Klub mengutuk keras tindakan Andrada yang dinilai mencoreng nilai sportivitas dan merusak citra kompetisi.
Baca Juga: Skandal Wasit Guncang Serie A, Kepala Wasit Diduga Atur VAR dan Penunjukan Pengadil
Pihak klub menegaskan akan melakukan evaluasi internal dan menjatuhkan sanksi disiplin kepada pemain berusia 35 tahun tersebut.
Terancam Skorsing 12 Laga
Kasus ini kini dalam penanganan Royal Spanish Football Federation (RFEF). Berdasarkan regulasi disiplin, Andrada diduga melanggar Pasal 103 terkait penyerangan terhadap pemain lawan.
Dalam aturan tersebut, pelanggaran bisa berujung hukuman antara 4 hingga 12 pertandingan, ditambah satu laga akibat kartu kuning kedua.
Analis wasit Spanyol, Eduardo Iturralde Gonzalez, bahkan mendesak agar RFEF menjatuhkan hukuman maksimal demi menjaga integritas kompetisi.
Baca Juga: Barcelona Siap Cuci Gudang! 3 Bek Top Masuk Daftar Jual, Balde Dibanderol Rp800 Miliar
Viral dan Tuai Kecaman
Video pemukulan Andrada dengan cepat viral di media sosial dan menuai kecaman luas. Banyak pihak menyayangkan insiden kekerasan yang terjadi dalam pertandingan profesional.
Sebagai perbandingan, kasus serupa pernah terjadi pada musim 1999/2000 ketika German Burgos dihukum 11 pertandingan usai meninju pemain lawan.
Andrada Minta Maaf: “Saya Kehilangan Kendali”
Setelah insiden tersebut, Andrada akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka. Ia mengaku menyesal dan menyebut tindakannya sebagai bentuk kehilangan kontrol dalam situasi emosional.
Baca Juga: Dortmund Pesta Gol ke Gawang Freiburg, Menang Telak 4-0
“Saya sangat menyesal. Ini bukan citra yang baik bagi klub maupun saya sebagai profesional,” ujarnya dalam pernyataan resmi klub.
Ia juga secara khusus meminta maaf kepada Pulido dan menyatakan siap menerima segala konsekuensi dari federasi. (Dtc)
Editor : Editor Satu