Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Tiket Final Piala Dunia 2026 Tembus Rp189 Juta, Ini Penyebabnya

Editor Satu • Sabtu, 25 April 2026 | 06:45 WIB
Ilustrasi Piala Dunia 2026.
Ilustrasi Piala Dunia 2026.

METRODAILY – Harga tiket Piala Dunia FIFA 2026 melonjak tajam dibanding edisi sebelumnya. Bahkan, tiket final kini menembus hampir Rp189 juta, memicu kritik luas dari penggemar sepak bola dunia.

Mengutip laporan Al Jazeera, penjualan awal pada Desember lalu mematok harga tiket mulai 140 dolar AS atau sekitar Rp2,4 juta. Sementara tiket final termahal saat itu mencapai 8.680 dolar AS (sekitar Rp149 juta).

Namun pada penjualan tahap berikutnya pada April, harga kembali naik signifikan. Tiket final kini dibanderol hingga 10.990 dolar AS atau setara Rp189 juta (kurs Rp17.222 per dolar AS).

Baca Juga: Rosenior Dipecat, Saatnya Chelsea Tampil Tanpa Beban di Semifinal Piala FA

Lonjakan harga ini jauh melampaui edisi sebelumnya. Sebagai perbandingan, tiket termahal final Piala Dunia FIFA 2022 dijual sekitar 1.604 dolar AS, naik 46 persen dari final Piala Dunia FIFA 2018 yang berada di angka 1.100 dolar AS.

Pakar bisnis olahraga dari Emlyon Business School, Simon Chadwick, menilai strategi penjualan tiket kali ini memang menyasar segmen ekonomi menengah ke atas.

“Konsumen memiliki kecenderungan kuat untuk berbelanja, termasuk pada segmen premium. Ini membuka peluang besar bagi FIFA untuk memaksimalkan pendapatan,” ujarnya.

Baca Juga: Minim Pemain Senior, Chelsea Disebut ‘Kekacauan Kreatif’

Ia menambahkan, pasar Amerika Serikat sebagai tuan rumah utama sudah terbiasa dengan sistem harga tiket fleksibel atau real-time, yang memungkinkan harga naik seiring tingginya permintaan.

“Ketika dikombinasikan dengan strategi harga premium, tiket dinamis menjadi cara efektif untuk memaksimalkan keuntungan dari turnamen ini,” jelasnya.

Meski demikian, kebijakan harga tersebut menuai kritik. Sejumlah anggota parlemen di Amerika Serikat meminta FIFA menurunkan harga tiket. Mereka menilai sistem penetapan harga telah membuat Piala Dunia semakin eksklusif dan sulit dijangkau penggemar biasa.

Baca Juga: Cedera Estevao Bisa jadi ‘Pintu Terakhir’ Neymar Menuju Piala Dunia 2026

Menanggapi hal itu, FIFA menyatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem harga variabel, bukan sepenuhnya harga dinamis. Harga tiket disebut ditentukan berdasarkan permintaan dan ketersediaan, bukan perubahan otomatis secara real-time.

Di sisi lain, keluhan juga datang dari suporter. Selain harga tiket yang tinggi, biaya perjalanan seperti tiket pesawat dan akomodasi yang melonjak turut membebani mereka.

Sebagai informasi, Piala Dunia FIFA 2026 akan digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, dengan format baru yang melibatkan 48 tim. Skala turnamen yang lebih besar ini turut berkontribusi pada meningkatnya biaya penyelenggaraan. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#piala dunia 2026