METRODAILY - Legenda Real Madrid, Luis Figo, menilai pergantian pelatih menjadi faktor utama menurunnya performa Los Blancos musim ini.
Menurut Figo, perubahan di kursi pelatih membuat tim kehilangan stabilitas, yang berdampak langsung pada hasil di berbagai kompetisi.
Madrid menghadapi ancaman serius tanpa gelar utama dalam dua musim terakhir. Musim ini, mereka:
- Tersingkir di 16 besar Copa del Rey
- Gugur di perempatfinal Liga Champions
- Kalah di Piala Super Spanyol dari Barcelona
Satu-satunya peluang tersisa adalah di LaLiga, namun posisi Madrid masih tertinggal sembilan poin dari Barcelona di puncak klasemen.
Baca Juga: Inter Milan Bantah Rumor Bastoni ke Barcelona: Masih Sangat Dibutuhkan
Dampak Pergantian Pelatih
Madrid memulai musim dengan menunjuk Xabi Alonso sebagai pelatih menggantikan Carlo Ancelotti.
Namun, Alonso tidak bertahan lama akibat persoalan internal tim. Saat ini, kursi pelatih diisi oleh Álvaro Arbeloa.
Figo menilai situasi tersebut memicu ketidakpastian di dalam tim.
“Ketika pelatih berganti, tim menjadi tidak stabil dan orang-orang mulai mencari pihak yang disalahkan,” ujarnya.
Figo menegaskan bahwa tekanan di Real Madrid selalu lebih besar dibanding klub lain, terutama ketika hasil tidak sesuai ekspektasi.
“Dua tahun tanpa gelar untuk klub seperti Madrid sangat mengkhawatirkan,” katanya.
Baca Juga: Peringati Hari Kartini, Kejari Simalungun dan IAD Gelar Donor Darah
Ia juga menilai situasi ini akan memicu spekulasi publik terkait pelatih, pemain, hingga kondisi internal tim.
Meski berada dalam tekanan, Figo berharap Madrid mampu merespons situasi sulit ini dengan menjadikannya sebagai motivasi untuk kembali ke jalur juara.
Menurutnya, mentalitas sebagai klub besar harus tetap dijaga di tengah persaingan yang semakin ketat. (dtc)