METRODAILY - Pebalap Ducati Lenovo Team itu masih berjuang memulihkan diri dari cedera patah tulang selangka yang dialaminya pada seri MotoGP Mandalika tahun lalu. Situasi semakin sulit setelah ia kembali mengalami kecelakaan di Austin dalam salah satu seri awal musim ini.
Kondisi yang belum 100 persen tersebut turut memengaruhi performa Márquez di awal musim MotoGP 2026. Dari tiga seri pertama, pebalap berusia 33 tahun itu baru meraih satu kemenangan di sprint race Brasil dan belum mampu konsisten finis di podium pada balapan utama.
Situasi ini juga berdampak pada masa depannya bersama Ducati. Hingga kini, Márquez belum menandatangani perpanjangan kontrak, memicu spekulasi terkait kelanjutan kariernya di ajang balap motor paling bergengsi tersebut.
Baca Juga: Didier Deschamps Tak Tertarik Latih Real Madrid, Fokus ke Piala Dunia 2026
Dalam pernyataannya kepada GPOne, Márquez mengakui kondisi fisiknya tidak lagi seperti dulu.
“Aku sadar betul bahwa lenganku tidak lagi seperti dulu. Yang bisa kulakukan adalah memberikan 100 persen dengan kondisi yang ada,” ujarnya.
Ia menegaskan akan tetap balapan selama tubuhnya masih mampu, namun juga realistis bahwa masa pensiun semakin dekat.
“Aku tahu momen itu semakin dekat. Aku akan terus balapan selama badanku masih mampu, tapi aku juga sadar karierku mungkin berakhir lebih cepat karena kondisi fisik, bukan karena mental atau keinginan,” kata Márquez.
Baca Juga: Poldasu Tetapkan Tersangka, BNI Pastikan Kembalikan Uang Jemaat Gereja Paroki Aek Nabara
Juara dunia sembilan kali itu menutup dengan penegasan bahwa keputusan pensiun nantinya akan sepenuhnya ditentukan oleh kondisi tubuhnya, bukan faktor lain (dtc)
Editor : Editor Satu