JAKARTA, METRODAILY – FC Barcelona kini memasuki fase krusial musim 2025/2026. Setelah tersingkir dari Liga Champions UEFA, Blaugrana mengalihkan seluruh fokus untuk mengunci gelar LaLiga.
Kekalahan agregat 2-3 dari Atlético Madrid di perempat final menjadi pukulan telak, sekaligus mengakhiri ambisi Barcelona di kompetisi Eropa musim ini.
Kegagalan di Liga Champions bukan satu-satunya luka. Sebelumnya, Barcelona juga disingkirkan Atletico di semifinal Copa del Rey.
Baca Juga: Performa Mandek, Chelsea Siap Jual Garnacho?
Artinya:
- Gagal di Liga Champions
- Gagal di Copa del Rey
- Tinggal LaLiga sebagai satu-satunya peluang gelar
Situasi ini memaksa tim asuhan Hansi Flick untuk “all-in” di liga domestik.
Unggul 9 Poin, Tapi Belum Aman
Saat ini, Barcelona memimpin klasemen LaLiga dengan keunggulan sembilan poin atas Real Madrid.
Namun dengan tujuh laga tersisa, tekanan tetap tinggi:
- Tidak boleh terpeleset
- Konsistensi jadi kunci
- Momentum harus dijaga
Baca Juga: Jadwal Liga Inggris Pekan Ini: Duel Panas Chelsea vs MU, Penentuan Gelar City vs Arsenal
Kiper Barcelona, Wojciech Szczęsny, menegaskan tim harus segera bangkit.
“Seberapa pun menyakitkannya, kami harus move on dan berjuang untuk LaLiga. Itu satu-satunya trofi yang tersisa musim ini,” ujarnya.
Ia juga optimistis bahwa skuad muda Barcelona memiliki masa depan cerah di Eropa.
Strategi Flick: Reset Mental, Kejar Finishing Sempurna
Flick bahkan memberi waktu libur dua hari kepada pemain untuk memulihkan kondisi mental pasca eliminasi.
Baca Juga: Alex Manninger Meninggal Tragis, Buffon Tulis Pesan Emosional
Langkah ini menunjukkan:
- Fokus pada recovery psikologis
- Menjaga kebugaran jelang sprint akhir musim
- Menyiapkan tim tampil maksimal di sisa laga
Dengan semua kompetisi lain telah lepas, LaLiga menjadi satu-satunya tolok ukur keberhasilan Barcelona musim ini.
Jika gagal juara:
- Musim akan dianggap gagal total
Jika sukses:
- Minimal menutup musim dengan trofi. (dtc)