SUNDERLAND, METRODAILY – Tottenham Hotspur kian terperosok dalam krisis terdalam musim ini. Kekalahan 0-1 dari Sunderland di Stadium of Light, Minggu (12/4/2026) malam WIB, membuat The Lilywhites terbenam ke zona degradasi Premier League.
Manajer Roberto De Zerbi secara terbuka mengakui bahwa ancaman terdegradasi kini telah mempengaruhi mental para pemainnya.
Ini adalah kekalahan ke-16 Tottenham di Premier League musim ini, sekaligus memperpanjang rekor suram mereka menjadi 105 hari tanpa kemenangan di liga domestik.
Terbenam di Peringkat 18, Dua Poin dari Zona Aman
Hasil buruk itu membuat Tottenham mengakhiri pekan ke-32 Premier League di peringkat ke-18 klasemen dengan hanya 30 poin — terpaut dua poin dari zona aman. Ancaman degradasi yang sempat terasa jauh kini menjadi kenyataan yang menghantui Spurs setiap pekan.
Catatan ini menjadi yang terburuk dalam sejarah modern klub. Tottenham terakhir kali terdegradasi dari kasta teratas sepak bola Inggris pada tahun 1977 — hampir lima dekade silam.
De Zerbi: Mental Pemain Terguncang
De Zerbi tidak mengelak ketika ditanya apakah ancaman degradasi telah berdampak pada mentalitas skuadnya.
"Sepertinya demikian," jawab De Zerbi kepada ESPN saat dikonfirmasi soal pengaruh psikologis tekanan degradasi terhadap performa timnya.
Baca Juga: Sandiwara Temu Bayi Sepasang Mahasiswa di Madina Diungkap Polisi
Pelatih asal Italia itu menyebut pemulihan kepercayaan diri menjadi prioritas utamanya saat ini, dan menetapkan target sederhana namun krusial: meraih satu kemenangan untuk memutus lingkaran setan.
"Mereka punya kualitas untuk menang di satu pertandingan dan targetnya sekarang adalah menang satu pertandingan, karena kalau kami menang satu pertandingan, kami bisa melihat segalanya dengan cara berbeda," ujarnya.
De Zerbi Andalkan Pendekatan Mental
De Zerbi menegaskan bahwa aspek mental adalah inti dari filosofi kepelatihannya, dan itulah yang kini paling dibutuhkan skuad Tottenham.
Baca Juga: Bupati Paluta Reski Basyah Harahap Rombak Kabinet
"Satu bagian yang paling penting untuk gaya melatih saya adalah mental — mentransfer kepercayaan diri ke para pemain, memberi yang mereka butuhkan dalam hal mentalitas dan kepercayaan diri," katanya.
Ia juga mengakui adanya perbedaan signifikan antara performa pemain saat sesi latihan dan ketika bertanding, dan menegaskan tugasnya adalah menjembatani kesenjangan itu.
"Sepanjang pekan mereka main lebih baik karena pikiran mereka jernih. Selama pertandingan, tentu saja berbeda. Tugas saya membantu mereka, menunjukkan apa yang mereka lakukan dalam seminggu saat pertandingan," pungkas De Zerbi. (dtc)
Editor : Editor Satu