Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Kartu Merah Cubarsi Jadi Awal Kekalahan Barcelona

Editor Satu • Jumat, 10 April 2026 | 08:20 WIB
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, meninggalkan lapangan usai menerima kartu merah dalam laga melawan Atletico Madrid di Camp Nou.
Bek Barcelona, Pau Cubarsi, meninggalkan lapangan usai menerima kartu merah dalam laga melawan Atletico Madrid di Camp Nou.

MEDAN, METRODAILY – Barcelona harus mengakui keunggulan Atletico Madrid dengan skor 0-2 pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA di Camp Nou, Kamis (9/4/2026) dini hari WIB. Kartu merah Pau Cubarsi menjadi titik balik yang mengubah jalannya pertandingan.

Barcelona sebenarnya tampil dominan sejak awal laga. Dalam 40 menit pertama, Blaugrana mampu melepaskan sembilan tembakan, dengan empat di antaranya tepat sasaran.

Namun, situasi berubah drastis jelang turun minum. Giuliano Simeone yang lolos dari penjagaan dijatuhkan Cubarsi di depan kotak penalti. Wasit Istvan Kovacs langsung mengganjar bek muda tersebut dengan kartu merah pada menit ke-44 karena dianggap sebagai pelanggaran oleh pemain terakhir.

Baca Juga: Simeone Pecahkan Kutukan Camp Nou, Atletico Selangkah Lagi ke Semifinal

Keunggulan jumlah pemain langsung dimanfaatkan Atletico. Julian Alvarez membuka keunggulan melalui tendangan bebas yang berawal dari pelanggaran tersebut.

Pada babak kedua, Atletico memperbesar keunggulan lewat gol Alexander Sorloth pada menit ke-70, memanfaatkan umpan silang dari Matteo Ruggeri.

Meski bermain dengan 10 orang, Barcelona tetap berusaha mengontrol permainan. Mereka bahkan mencatatkan 18 percobaan, tiga kali lipat dibandingkan Atletico. Namun, efektivitas menjadi pembeda karena tuan rumah gagal mencetak gol.

Baca Juga: Atletico Bungkam Barcelona, Kartu Merah Jadi Titik Balik, Simeone di Atas Angin

Bek Barcelona, Gerard Martin, menilai kartu merah menjadi faktor utama perubahan jalannya laga.

“Sebelas lawan sebelas, kami bermain bagus dan mengendalikan permainan. Kartu merah mengubah segalanya,” ujarnya dikutip dari Marca.

Ia juga menyoroti ketajaman Atletico yang lebih klinis dalam memanfaatkan peluang.

“Kami punya cukup banyak peluang, tapi tidak berhasil mencetak gol. Mereka tidak memiliki banyak peluang, namun lebih efektif,” tambahnya.

Baca Juga: Olise Tampil Mengesankan, Bayern Tundukkan Real Madrid 2-1, Jalan ke Semifinal Terbuka

Sementara itu, pelatih Barcelona Hansi Flick mengaku belum sepenuhnya yakin dengan keputusan wasit yang mengusir Cubarsi.

“Saya tidak tahu, itu bisa jadi kartu merah atau mungkin tidak. Saya tidak yakin apakah dia cukup menyentuhnya. Bola berada di belakang,” ujarnya.

Hasil ini membuat Barcelona berada dalam posisi sulit. Mereka wajib menang dengan selisih minimal tiga gol saat bertandang ke markas Atletico di Metropolitano Stadium pada leg kedua pekan depan. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#pau cubarsi #atletico madrid #barcelona #kartu merah