MADRID, METRODAILY– Keputusan mengejutkan diambil Real Madrid saat menghadapi Bayern Munich pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA, Rabu (8/4/2026) dini hari WIB.
Gelandang andalan mereka, Jude Bellingham, tidak masuk dalam starting XI dan harus memulai laga dari bangku cadangan.
Pertandingan yang digelar di Santiago Bernabéu itu menjadi krusial bagi Los Blancos yang tengah berupaya menyelamatkan musim. Di kompetisi domestik, Madrid masih tertahan di posisi kedua La Liga, terpaut tujuh poin dari Barcelona dengan delapan laga tersisa.
Baca Juga: Indosat Gandeng Google, Pelanggan IM3 dan Tri Kini Bisa Akses Gemini AI Gratis hingga 6 Bulan
Situasi klub juga sempat bergejolak setelah pemecatan Xabi Alonso pada Januari lalu. Dalam tekanan tersebut, pelatih Álvaro Arbeloa memilih mencadangkan Bellingham.
Faktor Kebugaran dan Performa
Keputusan tersebut disebut dipengaruhi kondisi kebugaran Bellingham yang belum sepenuhnya pulih, ditambah performanya yang dinilai belum konsisten sepanjang musim ini.
Padahal, dalam beberapa musim terakhir, pemain asal Inggris itu menjadi sosok kunci di lini tengah Madrid.
Baca Juga: Bobby Nasution Sorot Pembajakan Atlet, Targetkan Sumut Konsisten di Papan Atas PON
Musim ini, Bellingham tercatat hanya 22 kali menjadi starter di semua kompetisi, menurun drastis dibanding musim 2024/2025 yang mencapai 48 kali.
Dampak ke Timnas Inggris
Situasi ini berpotensi berdampak pada posisi Bellingham di Timnas Inggris, terutama menjelang Piala Dunia FIFA 2026.
Meski masih menjadi bagian penting skuad, peluangnya sebagai starter bisa terpengaruh keputusan pelatih Thomas Tuchel.
Bahkan, hubungan antara Bellingham dan Tuchel dikabarkan tidak sepenuhnya harmonis, yang dapat memperumit posisinya jika performa di klub tak kunjung stabil.
Baca Juga: Oknum Anggota DPRK Aceh Singkil Diduga Pungli Rp3 Juta untuk Bantuan Rehab Rumah
Munculnya Talenta Muda
Sebagai pengganti, Arbeloa memberi kepercayaan kepada gelandang muda berusia 18 tahun, Thiago Pitarch Pinar.
Laga melawan Bayern menjadi penampilan ke-10 Pitarch bersama tim utama di semua kompetisi, dengan lima di antaranya di Liga Champions.
Ia sebelumnya tampil impresif saat menghadapi Manchester City di babak 16 besar, Maret lalu. Kemampuannya menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan membuatnya dinilai sebagai opsi penting di lini tengah.
Meski belum pasti akan terus menjadi pilihan utama di fase berikutnya, kehadiran Pitarch memberi warna baru sekaligus persaingan sehat bagi Bellingham di skuad Madrid. (Dtc)
Editor : Editor Satu