LONDON, METRODAILY — Mohamed Salah hampir saja meninggalkan Liverpool FC pada bursa transfer Januari lalu. Namun, nasihat dari legenda klub, Steven Gerrard, membuat bintang asal Mesir itu memilih bertahan hingga akhir musim.
Masa depan Salah sempat memanas pada Desember setelah ia melontarkan kritik kepada manajer Arne Slot dan manajemen klub. Salah merasa dijadikan kambing hitam atas menurunnya performa tim musim ini.
Pernyataan tersebut memicu polemik besar di Inggris. Dampaknya, Salah sempat tidak dimainkan dalam satu laga penting melawan Inter Milan di ajang UEFA Champions League. Meski demikian, situasi mereda setelah ia berdamai dengan Slot dan kembali masuk skuad utama.
Baca Juga: PBSI Tunjuk Legenda Ricky Soebagdja Pimpin Pelatwil 2026, Target Cetak Bintang Baru dari Daerah
Spekulasi kepindahan Salah terus bergulir sepanjang Januari, termasuk potensi hijrah ke klub-klub Saudi Pro League, meski ia baru memperpanjang kontrak pada April 2025.
Pada akhirnya, keputusan diambil: Salah akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim ini dengan status bebas transfer. Ia ingin menutup perjalanannya dengan manis, termasuk membantu klub finis di empat besar serta memburu gelar Liga Champions dan FA Cup.
Gerrard mengungkapkan dirinya sempat berbicara langsung dengan Salah di tengah situasi panas tersebut. Ia menegaskan agar sang pemain tidak merusak warisan besarnya di Anfield dengan hengkang secara mendadak.
Baca Juga: PTMSI dan Kapolres Sidimpuan Main Pingpong Bareng dalam Halal Bihalal
“Saya bilang kepadanya, jangan rusak apa yang telah kamu capai di sini dan pergi begitu saja,” ujar Gerrard dalam The Overlap Podcast.
Menurut Gerrard, emosi Salah saat itu cukup tinggi karena kecewa kerap dicadangkan. Namun, ia menilai akan sangat disayangkan jika pemain yang sudah membela klub selama hampir satu dekade itu pergi tanpa perpisahan yang layak.
“Kamu sudah delapan atau sembilan tahun di sini, kamu adalah raja di sini, kamu sudah memberikan segalanya. Pergilah dengan cara yang baik,” kata Gerrard.
Keputusan bertahan hingga akhir musim kini dinilai sebagai langkah elegan dari Salah—memberi kesempatan bagi dirinya dan Liverpool untuk menutup kisah panjang mereka dengan cara terbaik. (Dtc)
Editor : Editor Satu