Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026 karena Tumpul di Depan Gawang

Editor Satu • Rabu, 1 April 2026 | 06:15 WIB
Pemain Timnas Indonesia menguasai bola saat menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026, namun gagal mencetak gol meski tampil dominan.
Pemain Timnas Indonesia menguasai bola saat menghadapi Bulgaria di final FIFA Series 2026, namun gagal mencetak gol meski tampil dominan.

JAKARTA, METRODAILY – Timnas Indonesia harus menelan kekalahan pahit dari Timnas Bulgaria pada final FIFA Series 2026. Bermain dominan sepanjang laga, skuad Garuda justru gagal mengonversi peluang dan kalah 0-1.

Pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (30/3/2026), ditentukan oleh gol penalti Marin Petkov pada menit ke-37. Hadiah penalti diberikan setelah Kevin Diks melanggar Zdravko Dimitrov di kotak terlarang.

Secara statistik, Indonesia tampil jauh lebih dominan. Berdasarkan data Lapangbola, tim asuhan John Herdman mencatatkan penguasaan bola mencapai 71 persen, berbanding 29 persen milik Bulgaria.

Baca Juga: Vietnam vs Malaysia Tetap Panas Meski Menentukan, Vietnam Incar Sempurna

Indonesia juga unggul dalam distribusi bola dengan total 572 umpan, di mana 491 di antaranya sukses, atau dengan akurasi mencapai 86 persen. Sementara Bulgaria hanya mencatatkan 280 umpan dengan 206 umpan sukses (akurasi 74 persen).

Namun dominasi tersebut tidak berbanding lurus dengan produktivitas serangan. Indonesia hanya mampu melepaskan enam tembakan sepanjang laga, dengan satu saja yang tepat sasaran.

Sebaliknya, Bulgaria tampil lebih efisien. Tim besutan Aleksandar Dimitrov mencatatkan sembilan percobaan, empat di antaranya mengarah ke gawang dan satu berbuah gol penentu kemenangan.

Baca Juga: Indonesia Tumbang di Final FIFA Series 2026, Penalti Jadi Penentu Kemenangan Bulgaria

Minimnya kreativitas, terutama di babak pertama, menjadi kendala utama Indonesia dalam membongkar pertahanan lawan. Meski performa meningkat di paruh kedua, sejumlah peluang emas seperti dari Ole Romeny dan Rizky Ridho masih gagal berbuah gol.

Kekalahan ini menegaskan pekerjaan rumah besar bagi lini serang Indonesia. Efektivitas penyelesaian akhir menjadi aspek krusial yang harus segera dibenahi jika ingin bersaing di level lebih tinggi. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#Timnas Indonesia