BUENOS AIRES, METRODAILY – Presiden Asosiasi Sepakbola Argentina (AFA), Claudio Tapia, resmi didakwa dalam kasus dugaan penggelapan pajak dan dana jaminan sosial federasi.
Mengutip laporan media lokal, hakim Diego Amarante menetapkan dakwaan terhadap Tapia bersama sejumlah pejabat senior AFA. Pengadilan juga memerintahkan pembekuan aset senilai 350 juta peso Argentina atau sekitar Rp4,2 miliar.
Selain Tapia, sejumlah petinggi AFA turut terseret dalam perkara ini, di antaranya Bendahara Pablo Toviggino serta pejabat eksekutif seperti Nicolas Malaspina, Claudio Blanco, dan Marcelo Lorenzo. Organisasi AFA sebagai institusi juga ikut didakwa dan asetnya dibekukan.
Baca Juga: Bernardo Silva Tak Betah Tinggal di Manchester, Sinyal Hengkang dari Man City Makin Kuat
Kasus ini bermula dari laporan otoritas pajak dan bea cukai Argentina, ARCA. Dalam laporan tersebut, AFA dan para pejabatnya diduga menggelapkan pajak serta kontribusi jaminan sosial dengan total mencapai 19 miliar peso Argentina atau setara sekitar Rp230,8 miliar dalam periode 2024–2025.
Meski telah berstatus terdakwa, Tapia dan pejabat lainnya tidak ditahan. Namun, pengadilan memberlakukan pembatasan berupa larangan meninggalkan rumah selama 72 jam.
Konsekuensinya, Tapia dipastikan absen menghadiri laga persahabatan tim nasional Argentina melawan Zambia yang digelar di La Bombonera, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Baca Juga: Keluhan Awal Sakit Perut, Pasien di RS Permata Madina Berujung Amputasi Tangan
Pihak AFA sebelumnya telah membantah seluruh tuduhan tersebut. Mereka menilai kasus ini sebagai bentuk intervensi pemerintah terhadap federasi sepak bola.
Tapia juga secara pribadi membantah keterlibatannya. Dalam surat yang dikirim ke pengadilan, ia menegaskan tidak memiliki kewenangan dalam pengambilan kebijakan terkait hal yang dituduhkan. (Dtc)
Editor : Editor Satu