Bermain di GOR Babussalam, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Asahan FC sejatinya sempat membuka harapan saat unggul lebih dulu. Namun, dominasi Unggul FC di babak kedua menjadi titik balik yang menghancurkan peluang mereka.
Sejak awal laga, kedua tim tampil terbuka. Unggul FC menekan lewat permainan agresif, sementara Asahan FC mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut sempat membuahkan hasil ketika Naufal Effendi mencetak gol pada menit ke-12, membawa Asahan unggul 1-0.
Baca Juga: Idul Fitri di Tanjungbalai Kondusif, Wali Kota: Operasi Ketupat Toba 2026 Sukses
Namun keunggulan itu tak bertahan lama. Menjelang turun minum, Wellington Pereira menyamakan kedudukan lewat tendangan voli pada menit ke-19, menutup babak pertama dengan skor 1-1.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah drastis. Tim asuhan pelatih Andre Luis Brocanelo Coutinho tampil dominan dan menekan tanpa henti. Pertahanan Asahan FC mulai kehilangan organisasi permainan.
Wais Alkarni menjadi aktor utama dengan mencetak hattrick cepat pada menit ke-28, 30, dan 36, membawa Unggul FC berbalik unggul jauh.
Sementara itu, tekanan dari Josue Teran dan kolega membuat lini belakang Asahan kian rapuh.
Baca Juga: Idul Fitri di Tanjungbalai Kondusif, Wali Kota: Operasi Ketupat Toba 2026 Sukses
Asahan FC sempat memperkecil skor menjadi 4-2 melalui penalti Aldy Zakky pada menit ke-33. Namun momentum tersebut gagal dipertahankan.
Di menit akhir, Unggul FC menambah dua gol melalui Anton Cahyo dan kembali lewat Wellington Pereira pada menit ke-39, memastikan kemenangan telak 6-2.
Kekalahan ini membuat Asahan FC tetap tertahan di peringkat ke-11 dengan hanya 3 poin dari 12 pertandingan, mempertegas posisi mereka di zona merah. Sementara Unggul FC mengoleksi 22 poin dan menjaga posisi di papan tengah klasemen.
Pelatih Asahan FC, Deni Setiabudi, mengakui timnya telah berupaya maksimal, namun kalah dari efektivitas serangan dan strategi lawan.
Baca Juga: Gerakan ASRI, Pemkab Tapteng Bersihkan Pantai demi Selamatkan Ekosistem
Hasil ini menjadi alarm serius bagi Asahan FC yang kini menghadapi tekanan besar untuk keluar dari ancaman degradasi di sisa kompetisi. (net)