Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Nyaris Hengkang, Bernardo Silva Kini Bersyukur Bertahan di Man City

Editor Satu • Senin, 30 Maret 2026 | 09:25 WIB
Bernardo Silva merayakan gelar bersama Manchester City—sempat ingin hengkang, kini ia justru menjadi bagian penting era treble klub.
Bernardo Silva merayakan gelar bersama Manchester City—sempat ingin hengkang, kini ia justru menjadi bagian penting era treble klub.

 

METRODAILY - Gelandang Bernardo Silva mengungkap fakta mengejutkan di balik karier gemilangnya bersama Manchester City. Ia mengaku sempat ingin meninggalkan klub sebelum akhirnya bertahan dan menjadi bagian penting dari era paling sukses The Citizens.

Didatangkan dari AS Monaco pada 2017, Silva menjelma menjadi pilar utama dominasi City di Inggris dan Eropa. Selama hampir satu dekade, ia telah mengoleksi 19 trofi, termasuk enam gelar Premier League, dua Piala FA, dan satu Liga Champions.

Puncak kariernya terjadi pada 2023 saat City mencatat sejarah dengan meraih treble—Prestasi yang mengukuhkan status klub sebagai kekuatan elite Eropa.

Baca Juga: Dicoret dari Timnas Inggris, Trent Alexander-Arnold Kena “Vonis” Lemah Bertahan?

Namun di balik kesuksesan itu, Silva mengungkap sempat mengalami fase sulit yang nyaris membuatnya hengkang dari Etihad Stadium. Faktor non-teknis, terutama adaptasi budaya dan kehidupan pribadi di Inggris, menjadi pemicu utama.

“Bukan soal sepak bolanya. Ini tentang kehidupan. Ada momen ketika saya tidak benar-benar bahagia,” ujar Silva dalam siniar resmi klub.

Ia mengaku kesepian pada masa awal tinggal di Manchester sebelum bertemu pasangan hidupnya. Situasi tersebut membuatnya serius mempertimbangkan untuk pergi, meski ia menegaskan kecintaannya pada klub tidak pernah luntur.

“Waktu itu saya sering berpikir untuk pergi, bukan karena tidak mencintai klub, tetapi karena kehidupan di luar sepak bola,” katanya.

Baca Juga: Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026 Digelar di RSUD Kota Padangsidimpuan

Keputusan untuk bertahan terbukti menjadi titik balik krusial. Silva kini mengakui bahwa jika ia benar-benar hengkang saat itu, ia akan kehilangan momen-momen terbesar dalam kariernya—termasuk treble 2023 dan dominasi domestik beruntun.

Lebih dari sekadar trofi, pemain berusia 31 tahun itu kini juga mengemban peran kepemimpinan di dalam tim, termasuk menjadi figur penting dalam membimbing pemain muda.

“Kalau saya pergi, saya mungkin tidak akan merasakan semua ini—treble, gelar beruntun, dan kesempatan menjadi pemimpin tim,” tegasnya.

Pengakuan Silva menegaskan bahwa kesuksesan klub elite tidak hanya ditentukan oleh faktor teknis di lapangan, tetapi juga stabilitas mental dan kehidupan pribadi pemain. Dalam kasus ini, keputusan bertahan justru menjadi fondasi bagi lahirnya salah satu era paling dominan dalam sejarah Premier League. (dtc)

Editor : Editor Satu
#manchester city #bernardo silva