Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Dicoret dari Timnas Inggris, Trent Alexander-Arnold Kena “Vonis” Lemah Bertahan?

Editor Satu • Senin, 30 Maret 2026 | 09:21 WIB

 

Trent Alexander-Arnold saat membela Real Madrid musim ini—penampilannya konsisten, namun tetap dicoret dari skuad Timnas Inggris oleh Thomas Tuchel.
Trent Alexander-Arnold saat membela Real Madrid musim ini—penampilannya konsisten, namun tetap dicoret dari skuad Timnas Inggris oleh Thomas Tuchel.

METRODAILY - Keputusan pelatih Thomas Tuchel mencoret Trent Alexander-Arnold dari skuad Timnas Inggris pada jeda internasional akhir Maret memicu perdebatan tajam.

Di tengah performa ofensif yang meningkat, bek sayap itu justru tersingkir karena dinilai tidak memenuhi kebutuhan taktik—khususnya dalam aspek bertahan.

Inggris dijadwalkan menghadapi Timnas Uruguay pada 28 Maret dan Timnas Jepang pada 1 April. Namun, nama Alexander-Arnold tak masuk dalam daftar pemain, meski ia tengah menunjukkan konsistensi bersama Real Madrid dengan catatan 21 penampilan musim ini.

Absennya pemain berusia 27 tahun itu mempertegas perubahan pendekatan Tuchel dalam membangun lini belakang Inggris. Pelatih asal Jerman tersebut disebut lebih mengutamakan bek sayap dengan disiplin defensif tinggi ketimbang kontribusi menyerang semata.

Baca Juga: Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2026 Digelar di RSUD Kota Padangsidimpuan

Legenda Inggris, David Beckham, mengaku kecewa dengan keputusan tersebut. Namun, ia memahami pertimbangan teknis yang diambil Tuchel.

“Sebagai penggemar, tentu saya ingin melihat Trent di tim. Tapi saya bukan manajer yang harus mengambil keputusan sulit itu,” ujar Beckham.

Ia menyoroti kritik lama terhadap Alexander-Arnold yang dianggap kurang solid dalam bertahan. Menurut Beckham, kelemahan tersebut memang menjadi faktor krusial dalam seleksi pemain di level tertinggi.

“Orang sering bilang dia tidak sekuat itu dalam bertahan dibanding menyerang. Dalam beberapa sistem, itu bisa jadi masalah,” katanya.

Baca Juga: Pemdes Gunung Melayu Awali Aktivitas Pasca Idul Fitri dengan Senam Pagi dan Gotong Royong

Beckham bahkan membandingkan situasi tersebut dengan legenda Brasil, Roberto Carlos, yang juga dikenal lebih dominan dalam menyerang ketimbang bertahan.

Keputusan Tuchel ini sekaligus mengirim sinyal bahwa standar bek modern di timnas tidak lagi hanya mengandalkan kreativitas ofensif. Keseimbangan antara menyerang dan bertahan kini menjadi syarat mutlak, terutama menghadapi lawan dengan transisi cepat.

Sejak terakhir kali tampil pada September lalu, Alexander-Arnold belum kembali dipercaya membela Inggris.

Situasi ini membuka pertanyaan besar: apakah kualitas menyerang saja masih cukup untuk bertahan di level internasional, atau justru menjadi kelemahan yang tak lagi bisa ditoleransi? (dtc)

Editor : Editor Satu
#david beckham #Trent Alexander Arnold #thomas tuchel #timnas Inggris Harry Kane