MUNICH, METRODAILY – Bayern Munich menutup rapat peluang hengkangnya Michael Olise ke Liverpool, meski klub Inggris itu dikabarkan siap menggelontorkan dana fantastis.
Isu transfer mencuat setelah Olise disebut-sebut menjadi kandidat kuat pengganti Mohamed Salah yang dipastikan tidak lagi membela The Reds musim depan usai kesepakatan pemutusan kontrak lebih cepat.
Presiden kehormatan Bayern, Uli Hoeness, langsung merespons rumor tersebut dengan nada keras. Ia menilai Liverpool tidak dalam posisi untuk merekrut pemain baru setelah belanja besar namun hasilnya mengecewakan.
“Jika itu benar, saya tidak percaya. Liverpool tampil buruk meski sudah mengeluarkan banyak uang. Kami tidak ingin membuat mereka lebih baik musim depan,” ujarnya.
Baca Juga: AS Siapkan 10.000 Pasukan Tambahan ke Timur Tengah, Sinyal Tekanan Baru ke Iran?
Pernyataan senada disampaikan CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, yang memastikan Olise tetap menjadi bagian penting skuad Die Roten.
“Siapapun yang bermain untuk Bayern tahu apa yang mereka dapat di sini,” tegasnya.
Liverpool Kehilangan Ikon
Kepergian Mohamed Salah menjadi kehilangan besar bagi Liverpool. Selama hampir satu dekade, pemain asal Mesir itu menjadi tulang punggung tim dengan catatan 255 gol dan 122 assist dari 435 pertandingan.
Meski performanya mulai menurun musim ini—mencetak 10 gol dan sembilan assist—peran Salah tetap krusial dalam sistem permainan Liverpool.
Baca Juga: Houthi Siap Gabung Perang Iran vs Israel, Targetkan Jalur Pelayaran Bab al-Mandab
Penolakan Bayern bukan sekadar soal transfer, tetapi menunjukkan perubahan strategi klub dalam mempertahankan pemain kunci.
Michael Olise tampil impresif dalam dua musim terakhir dengan torehan 36 gol dan 50 assist dari 94 laga, termasuk 16 gol dan 27 assist musim ini.
Dengan performa tersebut, Olise kini diposisikan sebagai aset jangka panjang Bayern, bukan komoditas jual beli, bahkan di tengah tawaran besar yang disebut mencapai 173 juta poundsterling.
Bursa Transfer Memanas
Langkah Bayern ini sekaligus mempertegas sikap klub-klub elite Eropa yang semakin sulit melepas pemain inti, meski dihadapkan pada tawaran besar.
Bagi Liverpool, penolakan ini menjadi sinyal bahwa pencarian pengganti Salah tidak akan mudah—baik dari sisi kualitas maupun negosiasi harga di bursa transfer musim panas mendatang. (dtc)