JAKARTA, METRODAILY – Sorotan tajam mengarah ke Kepa Arrizabalaga usai Arsenal takluk 0-2 dari Manchester City di final Carabao Cup, Minggu (22/3).
Dalam laga tersebut, dua gol kemenangan City dicetak oleh Nico O'Reilly, dengan gol pertama lahir dari kesalahan fatal Kepa.
Kiper asal Spanyol itu gagal mengamankan bola lambung dengan sempurna. Bola lepas di depan gawang dan langsung disambar O’Reilly menjadi gol pembuka.
Baca Juga: 96 Ribu Pejabat Belum Lapor Harta, KPK Warning Keras Jelang Deadline 31 Maret
Di tengah derasnya kritik, Jens Lehmann justru tampil sebagai pembela Kepa. Eks kiper Arsenal itu menilai kesalahan tersebut tidak seharusnya menjadi dasar penilaian keseluruhan performa.
“Kepa sudah membawa Arsenal ke final. Dia hanya membuat satu kesalahan, selebihnya bermain bagus,” ujar Lehmann.
Menurutnya, publik cenderung terlalu cepat menyalahkan kiper atas momen krusial, tanpa melihat kontribusi sepanjang turnamen.
Lehmann juga menyoroti faktor minimnya jam terbang Kepa di skuad utama Arsenal. Saat ini, posisi kiper utama masih dipegang oleh David Raya.
Baca Juga: Sopir Truk Ditemukan Tewas di Jok Depan, Parkir Sejak Siang Tanpa Diketahui Warga
Kondisi tersebut dinilai memengaruhi konsistensi performa Kepa, terutama dalam laga bertekanan tinggi seperti final.
“Dia layak mendapat lebih banyak menit bermain. Ketika dibutuhkan, dia bisa tampil,” tegas Lehmann.
Debat Lama: Rotasi Kiper vs Stabilitas Tim
Kasus ini kembali memunculkan perdebatan klasik di sepak bola modern: apakah rotasi kiper menguntungkan atau justru berisiko?
Di satu sisi, rotasi memberi kedalaman skuad. Namun di sisi lain, kurangnya kontinuitas bisa berdampak pada performa di momen krusial—seperti yang dialami Arsenal di final.
Baca Juga: Polres Siantar Jaga Ketat Objek Vital: Bank hingga Pertamina
Blunder Kepa memang menjadi titik balik laga. Namun, pernyataan Lehmann menegaskan bahwa satu kesalahan tidak cukup untuk menghapus kontribusi pemain sepanjang musim.
Dengan jadwal padat dan potensi cedera, Arsenal tetap membutuhkan kedalaman di posisi penjaga gawang—dan Kepa masih menjadi bagian penting dari skenario tersebut. (dtc)