JAKARTA, METRODAILY – Arsenal mengusung misi besar saat menghadapi Manchester City di final Carabao Cup 2026.
Duel yang digelar di Wembley Stadium, Minggu (22/3/2026) malam WIB itu bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga momentum mengakhiri stigma sebagai “spesialis runner-up”.
Arsenal datang dengan beban sejarah panjang di ajang ini. Dari delapan penampilan di final, The Gunners hanya mampu meraih dua gelar juara, sementara enam lainnya berakhir dengan kekalahan.
Situasi ini menempatkan Arsenal sebagai tim dengan jumlah runner-up terbanyak sepanjang sejarah Piala Liga Inggris.
Misi Putus Kutukan Final
Partai puncak kali ini menjadi peluang krusial bagi Arsenal untuk membalikkan narasi. Kemenangan atas Manchester City tak hanya berarti tambahan trofi, tetapi juga menghapus label negatif yang selama ini melekat.
Terlebih, lawan yang dihadapi bukan tim sembarangan. Manchester City dikenal sebagai salah satu kekuatan dominan di Inggris dalam satu dekade terakhir, termasuk di kompetisi domestik.
Rekam Jejak Arsenal di Final Carabao Cup
Berikut catatan Arsenal di final
1968: Runner-up (vs Leeds United)
1969: Runner-up (vs Swindon Town)
1987: Juara (vs Liverpool)
1988: Runner-up (vs Luton Town)
1993: Juara (vs Sheffield Wednesday)
2007: Runner-up (vs Chelsea)
2011: Runner-up (vs Birmingham City)
2018: Runner-up (vs Manchester City)
Total: 8 final, 2 juara, 6 runner-up.
Catatan tersebut mempertegas kesulitan Arsenal dalam menuntaskan laga final di kompetisi ini.
Peringkat Runner-up Terbanyak
Arsenal memimpin daftar tim dengan runner-up terbanyak di Carabao Cup:
Arsenal – 6 kali
Liverpool – 5 kali
Chelsea – 5 kali
Tottenham Hotspur – 5 kali
Manchester United – 4 kali
Aston Villa – 4 kali
Dengan statistik tersebut, tekanan jelas berada di kubu Arsenal. Kegagalan kembali di final berpotensi memperpanjang catatan buruk, sementara kemenangan akan menjadi titik balik penting bagi klub asal London tersebut.
Kini, semua akan ditentukan di Wembley. Apakah Arsenal mampu mematahkan kutukan, atau justru kembali terjebak dalam bayang-bayang runner-up? (Dtc)
Editor : Editor Satu