METRODAILY – Performa Chelsea di bawah asuhan Liam Rosenior mengalami penurunan tajam di Premier League 2025/26.
Setelah sempat tampil impresif di awal kepemimpinan, The Blues kini justru kesulitan meraih kemenangan.
Rosenior yang datang ke Stamford Bridge pada Januari 2026 awalnya membawa dampak instan.
Chelsea langsung mencatatkan empat kemenangan beruntun, masing-masing atas Brentford (2-0), Crystal Palace (3-1), West Ham United (3-2), dan Wolverhampton Wanderers (3-1).
Dalam periode tersebut, lini serang Chelsea tampil tajam dengan torehan 11 gol, memunculkan optimisme besar di kalangan pendukung.
Namun, tren positif itu tak bertahan lama.
Momentum Hilang, Chelsea Terpeleset
Memasuki Maret, performa Chelsea mulai menurun. Mereka gagal menang saat ditahan tim papan bawah, yakni Leeds United (2-2) dan Burnley (1-1) di kandang sendiri.
Kondisi semakin memburuk dalam empat laga terakhir. Chelsea menelan tiga kekalahan, dimulai dari tumbang 1-2 dalam Derby London melawan Arsenal.
Sempat bangkit dengan kemenangan telak 4-1 atas Aston Villa, performa inkonsisten kembali menghantui. Chelsea kemudian kalah 0-1 dari Newcastle United di kandang, sebelum dipermalukan 0-3 oleh Everton.
Dalam empat pertandingan terakhir liga, Chelsea hanya meraih satu kemenangan.
Tersingkir di Eropa, Tekanan Meningkat
Situasi ini kian diperparah setelah Chelsea tersingkir di babak 16 besar Liga Champions UEFA. Mereka dihajar agregat telak 2-8 oleh Paris Saint-Germain.
Baca Juga: Dapur MBG di Padangsidimpuan Berbagi Paket Sembako Lebaran
Kegagalan di kompetisi Eropa dan penurunan performa di liga membuat tekanan terhadap Rosenior meningkat signifikan.
Statistik Rosenior Mulai Dipertanyakan
Dari 10 laga Liga Inggris bersama Rosenior, Chelsea mencatatkan:
Menang: 5
Seri: 2
Kalah: 3
Kebobolan: 14 gol
Clean sheet: 1 kali
Statistik ini menunjukkan inkonsistensi, terutama di lini pertahanan yang menjadi titik lemah.
Evaluasi Mendesak
Penurunan performa yang drastis dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan besar soal stabilitas taktik dan mental tim. Jika tren negatif ini berlanjut, peluang Chelsea untuk bersaing di papan atas kian terancam.
Rosenior kini dihadapkan pada tugas berat untuk mengembalikan performa tim sebelum musim semakin menjauh dari target. (Dtc)
Editor : Editor Satu