VANCOUVER, METRODAILY – Klub Major League Soccer (MLS) Vancouver Whitecaps bersama pihak liga harus membayar ganti rugi lebih dari Rp5,5 miliar kepada para suporter setelah dinilai mempromosikan iklan yang menyesatkan terkait kehadiran Lionel Messi dalam pertandingan melawan Inter Miami.
Keputusan tersebut diambil setelah Mahkamah Agung British Columbia menyetujui penyelesaian gugatan kolektif (class action) pada 2 Maret 2026.
Kasus ini bermula saat Inter Miami dijadwalkan bertandang ke markas Whitecaps dalam lanjutan Major League Soccer pada 25 Mei 2024.
Dalam promosi penjualan tiket, pertandingan tersebut menampilkan sejumlah bintang Inter Miami, termasuk Lionel Messi, Luis Suárez, Sergio Busquets, dan Jordi Alba.
Promosi tersebut membuat antusiasme suporter meningkat, dengan lebih dari 50 ribu penonton hadir di stadion.
Namun beberapa hari sebelum pertandingan digelar, pihak Inter Miami memastikan bahwa Messi, Suárez, dan Busquets tidak ikut dalam rombongan tim ke Vancouver karena mendapat jatah istirahat dari pelatih saat itu, Gerardo Martino.
Kabar tersebut memicu kekecewaan besar di kalangan suporter yang telah membeli tiket dengan harapan bisa menyaksikan langsung para bintang tersebut.
Whitecaps sempat berupaya meredakan situasi dengan menawarkan diskon 50 persen untuk makanan dan minuman di stadion kepada seluruh penonton yang hadir.
Namun langkah itu tidak cukup meredam kemarahan fans.
Seorang suporter bernama Ho Chun kemudian mengajukan gugatan class action, menilai MLS dan Whitecaps telah “menjual harapan” melalui materi promosi agar penjualan tiket meningkat.
Pada awalnya, MLS dan Whitecaps menolak bertanggung jawab dan menyebut tuduhan tersebut tidak berdasar.
Namun setelah proses hukum berlangsung hampir satu tahun, kedua pihak akhirnya memilih bernegosiasi dengan penggugat untuk menghindari sengketa yang lebih panjang.
Dalam kesepakatan yang dicapai, MLS dan Whitecaps sepakat patungan membayar kompensasi sebesar 329 ribu dolar AS atau sekitar Rp5,5 miliar kepada para penggugat.
“Vancouver Whitecaps mengonfirmasi bahwa penyelesaian gugatan class action terkait laga musim reguler MLS melawan Inter Miami pada 25 Mei 2024 telah mendapat persetujuan Mahkamah Agung British Columbia,” demikian pernyataan resmi klub kepada ESPN.
Selain membayar ganti rugi, Whitecaps juga diwajibkan merevisi ketentuan penjualan tiket pertandingan agar kasus serupa tidak terulang di masa depan.
Dalam aturan baru tersebut, pihak klub harus menambahkan klausul yang menjelaskan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan memastikan daftar pemain atau susunan tim yang akan diturunkan dalam pertandingan.
Selain itu, suporter juga tidak dapat menuntut jaminan bahwa seorang pemain tertentu akan tampil, meskipun namanya tercantum dalam materi promosi pertandingan. (dtc)
Editor : Editor Satu