BIRMINGHAM, METRODAILY – Ganda campuran Terry Hee/Gloria Emanuelle Widjaja tersingkir pada babak 32 besar All England Open Badminton Championships setelah kalah dari unggulan pertama asal China, Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping.
Bertanding di Birmingham, Inggris, Selasa (3/3/2026), pasangan Singapura-Indonesia itu sejatinya tampil agresif sejak awal laga.
Terry/Gloria mampu merebut gim pertama dengan skor 21-18 setelah unggul dalam duel reli cepat dan permainan net.
Namun, pasangan China bangkit pada dua gim berikutnya. Terry/Gloria gagal menjaga konsistensi di poin-poin krusial dan akhirnya menyerah 18-21 dan 19-21.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 21-18, 18-21, 19-21 untuk kemenangan Feng/Huang.
Terry mengaku kecewa meski merasa sudah memberikan perlawanan maksimal.
“Pasti kecewa tidak bisa menang, tapi kami sudah mencoba 100 persen. Kami fight setiap poin, tapi di akhir-akhir memang saya kurang tenang,” ujar Terry dalam keterangan melalui PBSI.
Ia menyadari level persaingan di All England sangat tinggi sebagai turnamen tertua dan paling bergengsi di dunia bulu tangkis.
Sejak hasil undian keluar, ia sudah memahami tantangan berat yang harus dihadapi.
“Jadi kami tidak mau menyerah sebelum tanding. Tadi coba enjoy setiap poin,” tambahnya.
Gloria menilai peluang untuk menang sebenarnya terbuka, terutama di momen-momen krusial. Namun, faktor non-teknis menjadi kendala utama.
Baca Juga: 84 Keluarga di Batu Bara Menerima Bantuan Bencana Hidrometeorologi Tahap II
“Di poin krusial kami berpikir ada peluang untuk menang, kami pasti mau ambil, tapi tidak bisa kontrol kemauan. Jadi mainnya kurang tenang, sentuhannya kurang pas,” kata Gloria.
Ia menyebut penyesalan terbesar ada pada kegagalan mengambil alih momentum di poin-poin akhir gim penentuan.
All England 2026 menjadi turnamen keempat Terry/Gloria sebagai pasangan. Dari empat ajang yang diikuti, pencapaian terbaik mereka adalah semifinal di German Open 2026.
Tiga turnamen lainnya yakni Indonesia Masters, Thailand Masters, dan All England.
Gloria menilai kebersamaan mereka memberi pengalaman baru dengan karakter dan pola pikir berbeda, baik dari sisi pemain maupun tim pelatih.
“Empat turnamen bersama Terry jadi pengalaman baru buat saya dan mungkin juga untuk dia. Dengan typical mindset yang berbeda, itu jadi pelajaran dan bagian dari perjalanan karier,” ujarnya.
Kekalahan ini membuat Terry/Gloria gagal melangkah ke babak 16 besar, sementara Feng/Huang melanjutkan langkah sebagai salah satu kandidat kuat juara di turnamen Super 1000 tersebut. (Dtc)
Editor : Editor Satu