Ekonomi Hukum dan Kriminal Medan Metropolitan Nasional Olahraga Showbiz Sumut Aceh Advertorial Feature Intermezzo Internasional Iptek Kolom Merdeka Belajar Nusantara Politik Seni dan Budaya Wisata

Iran Terancam Sanksi Berat Jika Mundur dari Piala Dunia 2026, Siapa Penggantinya?

Editor Satu • Rabu, 4 Maret 2026 | 06:30 WIB

Timnas Iran terancam sanksi FIFA jika mundur dari Piala Dunia 2026 di tengah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan sekutunya.
Timnas Iran terancam sanksi FIFA jika mundur dari Piala Dunia 2026 di tengah konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan sekutunya.

METRODAILY - Keikutsertaan Timnas Iran di FIFA World Cup 2026 menjadi sorotan menyusul konflik bersenjata dengan Amerika Serikat dan Israel.

Situasi memanas setelah operasi militer gabungan AS dan Israel pada Minggu (1/3/2026), yang dilaporkan menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan rudal ke sejumlah pangkalan militer AS di negara sekutu seperti Kuwait, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Ketegangan kian meningkat setelah sejumlah negara Eropa sekutu AS seperti Prancis, Inggris, dan Jerman disebut siap terlibat dalam konflik.

Dalam situasi tersebut, muncul laporan bahwa Team Melli—julukan Timnas Iran—mempertimbangkan mundur dari Piala Dunia 2026 yang akan digelar sekitar 100 hari lagi di Amerika Serikat.

Irak dan UEA Disebut Kandidat Pengganti

Jika Iran benar-benar mundur, pertanyaan besar muncul: siapa yang akan menggantikan mereka?

Mengutip laporan Associated Press (AP), dua negara Asia disebut berpeluang menjadi pengganti, yakni Irak dan Uni Emirat Arab.

Irak sebelumnya mencapai babak playoff dan dijadwalkan menghadapi pemenang duel Bolivia vs Suriname.

Jika Iran mundur, Irak disebut akan langsung masuk ke Grup D dan bersaing dengan Belgia, Mesir, dan Selandia Baru.

Sementara itu, Uni Emirat Arab berpotensi naik ke jalur playoff menggantikan Irak untuk memperebutkan tiket ke putaran final.

Aturan FIFA dan Potensi Sanksi

Dalam regulasi FIFA, tim yang mengundurkan diri dari putaran final dapat digantikan oleh negara lain.

Namun, tidak ada kewajiban bahwa pengganti harus berasal dari konfederasi yang sama.

Meski demikian, dalam praktik sebelumnya, FIFA cenderung menunjuk tim dari konfederasi yang sama guna menjaga distribusi slot yang telah ditetapkan.

Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, menyatakan pihaknya masih memantau situasi dan berharap tidak ada perubahan peserta di Piala Dunia 2026.

Jika Iran resmi mundur, mereka berpotensi menghadapi sanksi berat. Selain denda finansial dalam jumlah besar, federasi sepak bola Iran juga bisa dikenai sanksi disipliner, termasuk larangan berpartisipasi dalam kualifikasi edisi berikutnya.

Dengan waktu yang semakin dekat menuju kick-off, keputusan Iran akan menjadi preseden penting bagi tata kelola turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut. (Dtc)

Editor : Editor Satu
#piala dunia 2026 #timnas iran #sanksi fifa