JAKARTA, METRODAILY – Arsenal FC kembali menjadi sorotan terkait ketahanan mental di menit-menit akhir pertandingan.
Bek Jurrien Timber mengakui bahwa timnya kerap gugup ketika unggul, termasuk pada kemenangan tipis 2-1 atas Chelsea FC di Emirates Stadium, Minggu (1/3/2026) malam WIB.
Kemenangan itu nyaris tergelincir karena penyelamatan gemilang kiper David Raya di injury time memastikan Arsenal meraih tiga poin.
Masalah Mental di Menit Akhir
Sejak awal 2026, Arsenal sudah beberapa kali kebobolan gol di menit-menit akhir, termasuk saat menghadapi Wolverhampton Wanderers, Brentford FC, dan Manchester United.
Gol-gol tersebut mengancam laju Arsenal di Premier League, yang kini hanya unggul lima poin atas Manchester City FC.
Timber menyoroti tekanan yang dirasakan tim, khususnya saat mencoba mempertahankan keunggulan:
“Anda merasakannya, khususnya di akhir. Kami berhenti bermain sedikit, hal yang tidak perlu sebenarnya – apalagi unggul jumlah pemain. Itu adalah hal yang harus kami perbaiki, juga bicarakan.”
“Ini sudah terjadi beberapa kali musim ini. Kami berusaha keras dalam pertandingan, khususnya di babak pertama, dan Anda harus unggul 1-0 atau 2-0, tapi hal-hal seperti ini terjadi – khususnya melawan tim yang bagus seperti Chelsea.”
Evaluasi dan Perbaikan
Bek Belanda itu menekankan bahwa masalah ini harus menjadi pembahasan serius di dalam tim:
“Itu bagian dari permainan, Anda harus paham apa yang terjadi saat ini. Energi dari pemain dan penonton, kegelisahan. Itu hal yang harus kami bahas dan bicarakan.”
Mikel Arteta dan staf pelatih kini menghadapi tugas penting untuk memperkuat konsentrasi Arsenal hingga peluit akhir, agar tidak kehilangan poin penting dalam perebutan gelar Premier League. (Dtc)
Editor : Editor Satu