LIVERPOOL, METRODAILY – Manajer Liverpool FC, Arne Slot, secara terbuka mengakui dirinya tidak terlalu menikmati pertandingan Premier League dalam beberapa musim terakhir.
Ia menilai kompetisi kasta tertinggi Inggris itu kini terlalu mengandalkan fisik dan situasi bola mati.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah Liverpool menghancurkan West Ham United 5-2 akhir pekan lalu.
Dalam laga tersebut, The Reds mencetak tiga gol dari situasi sepak pojok. Secara keseluruhan, Liverpool telah menghasilkan sembilan gol dari bola mati, mayoritas tercipta setelah pergantian tahun.
Arsenal Dominan Lewat Sepak Pojok
Di sisi lain, pemuncak klasemen Arsenal FC menjadi tim paling produktif dari situasi tendangan sudut musim ini dengan 16 gol.
Jumlah tersebut menyamai rekor gol korner terbanyak dalam semusim sepanjang sejarah Premier League.
Rekor itu sebelumnya dicatatkan oleh Oldham Athletic (1992/93), West Bromwich Albion (2016/17), serta Arsenal sendiri pada musim 2023/24.
Slot: Hati Sepakbola Saya Tidak Menyukainya
Slot menilai tekanan fisik dan duel keras di Premier League membuat permainan kehilangan unsur estetika, meskipun ia mengakui kompetisi menjadi sangat kompetitif.
“Yang pertama, Anda harus menerimanya. Saya kira hal itu terutama terjadi di Premier League. Jika saya menonton liga lain, tidak ada penekanan sebesar ini pada situasi bola mati,” ujar Slot dikutip ESPN.
Ia juga membandingkannya dengan atmosfer di Eredivisie, kompetisi tempatnya pernah melatih bersama Feyenoord.
“Jika saya menonton Liga Belanda, saya melihat gol dianulir dan pelanggaran terhadap kiper diberikan. Di sini, Anda hampir bisa memukul wajah kiper dan wasit tetap bilang lanjut,” tambahnya.
Slot bahkan merujuk pada era emas FC Barcelona sekitar 10–15 tahun lalu sebagai gambaran sepakbola ideal menurutnya—tim yang selalu dinanti aksinya setiap pekan karena kualitas permainan, bukan sekadar hasil.
“Apakah saya menyukainya? Hati sepakbola saya tidak menyukainya,” tegas mantan pelatih Feyenoord itu.
Kompetitif, tapi Kurang Indah?
Meski mengkritik gaya permainan yang berkembang, Slot tetap mengakui bahwa daya saing tinggi menjadi kekuatan utama Premier League.
Menurutnya, saat ini siapa pun bisa mengalahkan siapa pun. Intensitas dan kekuatan fisik tim-tim Inggris meningkat drastis dalam tiga hingga empat tahun terakhir.
“Sebagai penonton netral yang hanya ingin menikmati sepakbola, ada perbedaan besar dibanding beberapa tahun lalu. Tidak hanya soal set-piece, tapi karena tim-tim kini jauh lebih kuat,” pungkasnya. (Dtc)
Editor : Editor Satu