MUNICH, METRODAILY – Duel panas antara Borussia Dortmund dan Bayern Munich kembali tersaji dalam lanjutan Bundesliga di Signal Iduna Park, Minggu (1/3/2026).
Laga bertajuk Der Klassiker ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga berpotensi menjadi pertandingan terakhir Leon Goretzka menghadapi Dortmund dengan seragam Die Roten.
Bayern saat ini memimpin klasemen dengan 60 poin, unggul delapan angka dari Dortmund di posisi kedua. Dengan jarak poin yang masih bisa dikejar, laga ini berpotensi menentukan arah persaingan gelar musim 2025/2026.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Resmi Jadi Investor Klub dan Perusahaan Global
Atmosfer Signal Iduna Park dipastikan menambah tensi, mengingat rivalitas panjang kedua klub yang konsisten bersaing di papan atas Jerman dan Eropa.
Goretzka dipastikan meninggalkan Bayern pada akhir musim, mengakhiri delapan tahun kebersamaannya bersama raksasa Bavaria tersebut. Situasi itu membuat Der Klassiker kali ini terasa lebih emosional bagi gelandang berusia 31 tahun tersebut.
Pemain asal Jerman itu memiliki kedekatan khusus dengan Dortmund karena berasal dari wilayah Ruhr, tepatnya Bochum—kawasan yang juga menjadi basis rivalitas klasik sepakbola Jerman.
Baca Juga: Barcelona Bantah Isu Dekati Julian Alvarez, Fokus Kejar Tiga Gelar
“Saya sangat menantikan pertandingan ini. Saya berasal dari daerah Ruhr, saya dari Bochum, jadi pertandingan melawan BVB selalu menjadi sesuatu yang istimewa bagi saya. Itu tidak berubah seiring waktu di Bayern. Bagi saya, ini tetaplah derbi,” ujar Goretzka kepada Bild.
Der Klassiker Selalu Sarat TekananDer Klassiker dikenal sebagai salah satu laga paling prestisius di Eropa. Selain faktor rivalitas, duel ini hampir selalu berdampak langsung pada perebutan trofi Bundesliga.
Bagi Bayern, kemenangan akan memperlebar jarak dan mendekatkan mereka ke gelar. Sementara bagi Dortmund, laga ini menjadi momentum memangkas selisih poin dan membuka kembali persaingan.
Baca Juga: Kahiyang Ayu Promosikan Kriya Sumut kepada Ketua Umum IAD Pusat
Di tengah konteks tersebut, sorotan tertuju pada Goretzka—yang bisa saja menutup bab rivalitasnya melawan Dortmund dengan satu momen terakhir yang menentukan. (dtc)