METRODAILY - Megabintang Argentina, Lionel Messi, mengaku kini tak lagi digerakkan ambisi besar seperti di awal kariernya.
Di pengujung karier profesionalnya, Messi bersyukur telah menuntaskan “misi” sepakbolanya: memenangi seluruh trofi utama yang bisa diraih.
Sejak remaja, Messi dikenal sangat kompetitif dan terobsesi gelar. Pada usia 22 tahun, ia sudah mencatatkan musim luar biasa bersama Barcelona dengan meraih enam trofi dalam satu tahun kalender.
Baca Juga: Al Nassr Hajar Al Najma, Kudeta Puncak Klasemen Liga Arab Saudi
Di periode yang sama, ia juga memenangkan Ballon d’Or pertamanya, mengukuhkan statusnya sebagai pemain terbaik dunia dan membuka era dominasinya di sepakbola Eropa.
Sepanjang karier klub, Messi telah mengoleksi total 40 gelar mayor. Trofi terbarunya diraih bersama Inter Miami saat menjuarai MLS Cup akhir tahun lalu.
Meski sukses besar di level klub, perjalanan Messi bersama Timnas Argentina tidak selalu mulus.
Ia tiga kali gagal di final turnamen besar sebelum akhirnya meraih gelar Copa America pertamanya pada usia 34 tahun.
Baca Juga: MBG Ramadan Dievaluasi Total: Kantong Plastik Dihapus, Menu Kacang Diganti Telur
Puncaknya terjadi di Piala Dunia 2022, ketika Messi membawa Argentina menjadi juara dunia, delapan tahun setelah kekalahan pahit di final 2014.
Kini Lebih Rileks dan Menghargai Proses
Setelah semua pencapaian itu, Messi mengaku tekanan dalam dirinya jauh berkurang.
“Sekarang saya lebih rileks dan lebih santai,” ujar Messi.
Ia mengakui dulu selalu langsung memikirkan target berikutnya setiap kali meraih trofi, tanpa benar-benar menikmati pencapaian tersebut. Kini, perspektifnya berubah.
Baca Juga: Tas Toke Toko Makassar Digondol Maling, Kerugian Rp11 Juta
“Saya cukup beruntung memenangkan banyak hal, yang dulu tidak sepenuhnya saya hargai karena langsung memikirkan hal berikutnya. Sekarang saya menikmatinya dengan cara berbeda,” tegasnya.
Pernyataan ini menandai fase baru dalam karier Messi: bukan lagi tentang membuktikan diri, melainkan merayakan perjalanan panjang yang telah ia tuntaskan. (dtc)