Sorotan terhadap Vinicius mencuat usai laga Benfica vs Real Madrid di Lisbon pekan lalu. Dalam pertandingan tersebut, Vinicius mengklaim menjadi korban hinaan rasis dari pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Baca Juga: Ditekan Transfer Rp84 Juta Euro, Sesko Justru Makin Tajam
Klaim itu berbuntut sanksi dari UEFA. Prestianni dijatuhi larangan bermain satu pertandingan, sementara investigasi dugaan rasisme masih berlangsung.
Namun, Prestianni membantah telah melontarkan ujaran rasis. Pemain 20 tahun tersebut mengaku hanya menyebut “homo”, bukan “mono” (monyet dalam bahasa Spanyol) seperti yang dituduhkan.
Insiden itu disebut terjadi setelah Vinicius merayakan gol dengan berjoget di dekat tiang sudut—selebrasi yang memancing reaksi keras suporter tuan rumah.
Baca Juga: Wajib Menang 4-0! Misi Nyaris Mustahil Juventus vs Galatasaray
Castrilli: Wasit dan UEFA Terlalu Lunak
Castrilli, yang pernah memimpin pertandingan di Piala Dunia 1998, melontarkan kritik tajam melalui akun media sosial X.
Ia menilai Vinicius kerap memprovokasi di lapangan dan kemudian memposisikan diri sebagai korban. Castrilli juga menyindir apa yang ia sebut sebagai budaya “woke” yang menurutnya memengaruhi pengambilan keputusan di sepak bola Eropa.
“Provokator berantai ini, yang dilindungi oleh impunitas dari wasit-wasit pengecut, telah membuat malu dan memicu kekerasan, lalu berperan sebagai korban,” tulis Castrilli.
Baca Juga: Dinonaktifkan FPTI, Hendra Basir Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual: “Saya Kecewa
Ia juga mempertanyakan dasar sanksi UEFA terhadap Prestianni.
“UEFA menskors Prestianni? Tanpa bukti? Mulai sekarang siapa pun bisa menuduh tanpa bukti,” lanjutnya.
Menurut Castrilli, jika logika tersebut diterapkan, wasit bisa saja mengusir pemain hanya berdasarkan tuduhan sepihak di lapangan.
Polemik Berlanjut
Kasus ini menambah panjang daftar kontroversi yang melibatkan Vinicius, pemain yang sebelumnya juga kerap menjadi korban aksi rasisme di berbagai stadion Eropa.
Baca Juga: Mbappe Kejar Rekor Cristiano Ronaldo! 13 Gol di Liga Champions
Hingga kini, UEFA belum mengeluarkan pernyataan lanjutan terkait hasil investigasi dugaan rasisme dalam laga Benfica vs Real Madrid. Polemik antara klaim korban dan tudingan provokasi pun masih bergulir di ruang publik sepak bola Eropa. (dtc)